Sempat Hilang, Warga Kezia Kembali Pasang Spanduk Tolak Penimbunan Sungai Baloi

Jumat, 23 Mei 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Rat 05/RW 06 Perumahan Kezia usai pemasangan spanduk di jembatan Baloi, Kamis (22/5/2025). Matapedia6.com/Istimewa

Ketua Rat 05/RW 06 Perumahan Kezia usai pemasangan spanduk di jembatan Baloi, Kamis (22/5/2025). Matapedia6.com/Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM – Spanduk penolakan penimbunan Sungai Baloi kembali terpasang di Jembatan Baloi, setelah sebelumnya beberapa kali hilang secara misterius.

Warga Perumahan Kezia, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, menunjukkan kekhawatiran mereka terhadap dampak penimbunan tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi yang belum juga ditangani pemerintah.

Spanduk dengan tulisan tegas, “Warga menolak penimbunan sungai ini. Bahaya banjir! Segera bongkar tanah timbunan ini!” menjadi simbol protes warga yang semakin resah.

Menurut Ketua RT 05/RW 06 Perumahan Kezia, Ade, aksi pemasangan ulang spanduk ini merupakan bentuk keprihatinan warga terhadap kondisi sungai yang semakin memprihatinkan.

“Spanduk sebelumnya sudah beberapa kali hilang. Kami pasang lagi karena kondisi makin darurat. Apalagi cuaca belakangan sering hujan, warga mulai was-was setiap kali hujan turun,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).

Tanah timbunan di DAS Baloi diketahui telah lebih dari dua bulan dibiarkan begitu saja. Parahnya lagi, timbunan tersebut kini telah ditumbuhi rumput liar, yang menyebabkan penyempitan badan sungai.

Ade menegaskan, setiap hujan deras, warga yang tinggal di bantaran sungai harus segera mengamankan barang-barang mereka karena khawatir banjir datang tiba-tiba.

“Kalau hujan turun, kami langsung siaga. Warga di bantaran sungai langsung beresin barang-barangnya,” ucapnya.

Warga berharap pemerintah segera bertindak, tidak hanya menunggu sampai terjadi korban atau bencana lebih besar.

“Kami minta pemerintah jangan tunggu banjir atau korban dulu baru turun tangan. Segera angkut tanah timbunan itu sebelum terlambat,” tutup Ade.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Suami Sirih di Batam Cekik dan Pukul Istri hingga Gigi Patah, Kini Masuk Bui
40 Ton Beras Diamankan Kodim 0316 Batam Dilimpahkan ke Bea Cukai
10 Bulan, Polsek KKP Bongkar 16 Kasus PMI Ilegal Tetapkan 18 Tersangka
Kurir Penyelundupan Rokok Batam–Bintan Diciduk Bea Cukai, Pemodal Masih Berkeliaran
Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari 9 Kasus Selama Oktober
Empat Pejabat KPU Karimun Resmi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024, Negara Rugi Rp1,5 Miliar
Polisi Bekuk Pelaku Gasak Kalung Emas dalam Hitungan Detik di Batam
Polsek Sagulung Ungkap Dua Penggelapan Motor, Satu Pelaku Diciduk Saat Santai di Parkiran

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 22:44 WIB

Suami Sirih di Batam Cekik dan Pukul Istri hingga Gigi Patah, Kini Masuk Bui

Rabu, 26 November 2025 - 21:06 WIB

40 Ton Beras Diamankan Kodim 0316 Batam Dilimpahkan ke Bea Cukai

Senin, 24 November 2025 - 21:29 WIB

10 Bulan, Polsek KKP Bongkar 16 Kasus PMI Ilegal Tetapkan 18 Tersangka

Jumat, 21 November 2025 - 22:15 WIB

Kurir Penyelundupan Rokok Batam–Bintan Diciduk Bea Cukai, Pemodal Masih Berkeliaran

Kamis, 20 November 2025 - 22:53 WIB

Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari 9 Kasus Selama Oktober

Berita Terbaru

OJK Digital Financial Literacy di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Foto:OJK Kepri

Nasional

OJK Genjot Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UMSU

Sabtu, 29 Nov 2025 - 11:28 WIB