Sidak Pelabuhan Rakyat Tanjunguncang, DPRD Batam Tegaskan Perusahaan Tak Boleh Tutup Akses Warga Suku Laut

Selasa, 5 Agustus 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi I DPRD Kota Batam sidak ke kawasan Pelabuhan Rakyat Pandan Bahari, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri Selasa (5/8/2025). Matapedia6.com/Humas DPRD Batam

Komisi I DPRD Kota Batam sidak ke kawasan Pelabuhan Rakyat Pandan Bahari, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri Selasa (5/8/2025). Matapedia6.com/Humas DPRD Batam

MATAPEDIA6.com, BATAM – Komisi I DPRD Kota Batam sidak ke kawasan Pelabuhan Rakyat Pandan Bahari, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri Selasa (5/8/2025).

Sidak ini dilakukan menyusul kisruh penutupan akses jalan oleh perusahaan yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya warga Suku Laut dari pulau-pulau sekitar.

Akses yang ditutup itu merupakan jalur vital yang digunakan warga untuk menuju pelantar rakyat sebagai tempat penyeberangan ke pulau sekitar.

Penutupan jalan secara sepihak itu memicu keresahan dan protes dari masyarakat pesisir.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Muhammad Mustofa, menegaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan dan berdasarkan Peta Lokasi (PL) dari BP Batam, jalan yang ditutup berada di luar lahan milik perusahaan PT Batam International Navale.

Baca juga: DPRD Batam Siap Sinergi dengan Kejari, Sambut Kepemimpinan Baru I Wayan Wiradarma

“Jalan itu jalan umum, bukan bagian dari lahan perusahaan. Dibangun pakai APBD, jadi tidak boleh ditutup seenaknya,” tegas Mustofa di hadapan masyarakat, aparat penegak hukum, dan perwakilan instansi terkait.

Mustofa juga menyebut tindakan penutupan tersebut berpotensi melanggar hukum dan bisa masuk ranah pidana.

DPRD memastikan akses tersebut kini sudah dibuka kembali oleh pihak kepolisian, dan tidak boleh ditutup lagi di kemudian hari.

Ironisnya, undangan resmi DPRD kepada pihak perusahaan tidak dipenuhi. Mereka baru diwakili oleh seseorang bernama Hasan yang datang belakangan dan hanya menyatakan akan menyampaikan hasil sidak kepada manajemen perusahaan.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, yang juga turut hadir di lokasi membenarkan sebelumnya ada aksi penutupan sepihak oleh perusahaan.

Namun, setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihak kepolisian segera membuka kembali akses tersebut.

“Kami sudah buka kembali akses itu. Dengan adanya hearing hari ini bersama DPRD, BP Batam, dan Satpol PP, kita harapkan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Baca juga: Komisi I DPRD Batam Fasilitasi Konsumen Yaris Cross dengan Agung Toyota, Kasus Kecelakaan Tahun 2023

Perwakilan tokoh masyarakat Suku Laut, Jamali, menyampaikan harapannya agar konflik serupa tidak terjadi lagi.

Jamali menjelaskan, akses jalan dan pelantar rakyat tersebut merupakan jalur utama bagi warga dari pulau-pulau seperti Pulau Gara, Lingka, dan Bertan menuju daratan Batam.

“Ini satu-satunya akses kami ke kota. Kalau ditutup, kami seperti diputus dari kehidupan,” ujarnya lirih.

Dalam sidak tersebut Komisi I DPRD Batam juga berkomitmen mempercepat pembangunan pelantar rakyat permanen sebagai solusi jangka panjang.

Proyek ini akan melibatkan gotong royong warga, namun tetap melalui proses perencanaan dan penganggaran melalui APBD.

“Koordinasi untuk penetapan titik koordinat akan dilakukan minggu ini. Kita pastikan tidak ada lagi pembongkaran berulang. BP Batam juga harus mendampingi agar data tidak tumpang tindih,” jelas Mustofa.

Anggota Komisi I lainnya, Tumbur Hutasoit, menegaskan bahwa DPRD Kota Batam akan terus berada di pihak rakyat, terutama kelompok rentan seperti Suku Laut.

Baca juga: Komisi I DPRD Batam Fasilitasi Konsumen Yaris Cross dengan Agung Toyota, Kasus Kecelakaan Tahun 2023

“Ini wilayah publik. Jalan dan pelantar adalah akses utama masyarakat. Tidak boleh ada pihak yang seenaknya mengklaim atau menutup. DPRD akan pastikan hak-hak masyarakat terjaga, baik secara hukum maupun fisik,” tegasnya.

Dengan hasil pertemuan yang dituangkan dalam notulen resmi, DPRD berharap tidak ada lagi polemik serupa dan pembangunan pelantar rakyat bisa segera terealisasi untuk memperkuat konektivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Kapolda Kepri Serap Aspirasi Warga Nagoya, Masalah Ruli hingga Keamanan Lingkungan Dibahas
Tagihan Listrik November Dipertanyakan Usai Gangguan, PLN Batam Jelaskan Perhitungan dan Kompensasi
Polresta Barelang Lakukan Rotasi Besar, Sejumlah Kapolsek dan Pejabat Utama Berganti
Tiga Jabatan Strategis Polda Kepri Berganti, Ini Daftar Pejabat yang Dimutasi
Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Komisaris Tinjau Terminal dan SPBU di Medan
Damkar Batam Luncurkan Satria Biru, Pemeriksaan Proteksi Kebakaran Gedung Ditargetkan Lebih Cepat dan Profesional
Perkuat Layanan Kapal di Batam, Pelindo Jasa Maritim Andalkan Armada dan Sistem Digital
Kapolda Kepri Berbagi Kisah Perjuangan, Ajak Siswa SMPN 34 Batam Kejar Cita-Cita

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:56 WIB

Kapolda Kepri Serap Aspirasi Warga Nagoya, Masalah Ruli hingga Keamanan Lingkungan Dibahas

Kamis, 5 November 2026 - 10:49 WIB

Tagihan Listrik November Dipertanyakan Usai Gangguan, PLN Batam Jelaskan Perhitungan dan Kompensasi

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Polresta Barelang Lakukan Rotasi Besar, Sejumlah Kapolsek dan Pejabat Utama Berganti

Selasa, 3 November 2026 - 23:07 WIB

Tiga Jabatan Strategis Polda Kepri Berganti, Ini Daftar Pejabat yang Dimutasi

Selasa, 3 November 2026 - 17:16 WIB

Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Komisaris Tinjau Terminal dan SPBU di Medan

Berita Terbaru