SMKN 2 Batam Perketat Transparansi Keuangan, Dorong Siswa Jadi Wirausaha Sejak Dini

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SMKN 2 Batam. Foto;Ist

SMKN 2 Batam. Foto;Ist

73 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM-Kepala SMKN 2 Batam, Drs Refio M.Pd menegaskan sekolahnya mengelola setiap rupiah secara terbuka dan terukur sejak menyandang status BLUD. Ia memastikan seluruh pemasukan—mulai dari kantin, Teaching Factory (TEFA), hingga dana pemerintah—langsung tercatat dan dilaporkan.

“Semua transaksi wajib dilaporkan ke kas daerah. Penghasilan kantin, TEFA, hingga dana BOS tercatat dan diawasi. Pengeluaran juga diperiksa tim inspektorat,” kata Refio kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Tak hanya transparansi, SMKN 2 Batam juga menggenjot budaya wirausaha di lingkungan sekolah. Refio menyebut seluruh jurusan kini tidak sekadar belajar teori, tetapi memproduksi dan memasarkan produk secara langsung.

“Semua jurusan kami latih membuat produk dan memasarkannya. Ini sudah berjalan lama sejak kami menjadi BLUD, bahkan termasuk yang pertama di Batam,” ujarnya.

Menurut Refio, sekolah membangun sistem kontrol pembelajaran yang ketat. Selain monitoring di kelas, pihak sekolah membuka jalur komunikasi online antara perangkat kelas dan manajemen untuk melaporkan kendala, termasuk kehadiran guru. Jika guru berhalangan karena tugas dinas, sekolah memastikan pembelajaran tetap terpantau.

Di sisi kurikulum, mata pelajaran kewirausahaan terus berevolusi. Dari Kewirausahaan, berubah menjadi PKK (Proyek Kreatif dan Kewirausahaan), hingga kini menjadi KIK (Kreatif, Inovatif, dan Kewirausahaan).

Baca juga:SMKN 2 Batam Jadi Percontohan Kurikulum P4GN di Kepri untuk Tangkal Narkoba

“Program ini mendorong siswa aktif menjual produk, berinteraksi dengan konsumen, hingga menyusun laporan keuangan,” sebut Refio.

Siswa kelas XI mulai turun langsung ke lapangan. Mereka bergiliran praktik penjualan dengan pendampingan guru. Jika terjadi selisih keuangan, sekolah tidak membebankan kerugian kepada siswa.

“Selisih cukup dilaporkan, lalu jadi bahan evaluasi. Siswa kami latih belajar dari kesalahan, bukan dihukum,” kata Refio.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan. Ruang praktik KIK belum memadai, sehingga sekolah memanfaatkan area kantin sebagai workshop produksi dan penjualan.

SMKN 2 Batam. Foto:Ist

Sejak 2021, status BLUD memberi keleluasaan bagi SMKN 2 Batam mengelola pendapatan mandiri dari TEFA, sewa kantin, dan kerja sama lainnya. Namun, Refio menegaskan seluruh laporan tetap disusun rutin—bulanan hingga tahunan—dan diserahkan ke Dinas Pendidikan, BKAD, serta diaudit inspektorat.

Salah satu inovasi KIK muncul dari kebutuhan pasar, seperti produksi kue kering. Guru melatih siswa membuat produk sekaligus memasarkannya. Siswa yang berhasil menjual mendapat komisi sebagai insentif.

“Mereka belajar produksi, pemasaran, sampai mengelola uang sendiri. Ini bekal penting setelah lulus,” imbuhnya.

Refio menambahkan, bahwa sekolah juga melibatkan komite dan orang tua dalam sosialisasi program. Dana sumbangan wali murid digunakan untuk menutup kebutuhan operasional, seperti gaji tenaga non-ASN yang belum terakomodasi pemerintah.

“Dengan kombinasi transparansi keuangan dan praktik wirausaha nyata, SMKN 2 Batam menargetkan lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” tutup dia.

Baca juga:First Club Rayakan Anniversary ke-1 dengan Bagikan 1.000 Sembako untuk Warga

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

 

Berita Terkait

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA
Penataan UMKM Mega Legenda: BP Batam Beri Tenggat Hingga Akhir Tahun
Soroti Aksi Perusakan di Terowongan Pelita, DPRD Batam Ajak Warga Jaga Aset Publik
Ribuan Warga Pulau Kasu Geruduk Kantor LIRA Kepri, Tuntut Yusril Koto Klarifikasi Pernyataan soal Proyek Siluman dan Minta Maaf
Ustaz Abdil Muhadir dan Veve Zulfikar Bakal Meriahkan Tablig Akbar di Batam, Amsakar Ajak Warga Pererat Silaturahmi
Rudi-Arlon Kawal Aspirasi Warga, Jalan Row 30 Marina Green Akhirnya Rampung Setelah 15 Tahun
Besi Penutup Drainase Terowongan Pelita Raib, BP Batam Ajak Warga Ikut Mengawasi
BP Batam Gandeng Koarmada I Bahas AI untuk Perkuat Keamanan Pelabuhan Batam

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:50 WIB

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Senin, 15 Juni 2026 - 14:45 WIB

Penataan UMKM Mega Legenda: BP Batam Beri Tenggat Hingga Akhir Tahun

Senin, 15 Juni 2026 - 13:32 WIB

Soroti Aksi Perusakan di Terowongan Pelita, DPRD Batam Ajak Warga Jaga Aset Publik

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Ribuan Warga Pulau Kasu Geruduk Kantor LIRA Kepri, Tuntut Yusril Koto Klarifikasi Pernyataan soal Proyek Siluman dan Minta Maaf

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:05 WIB

Rudi-Arlon Kawal Aspirasi Warga, Jalan Row 30 Marina Green Akhirnya Rampung Setelah 15 Tahun

Berita Terbaru

Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

News

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Senin, 15 Jun 2026 - 15:50 WIB