Tak Diterima Jadi Karyawan, Puluhan Warga Datangi PT MSUN Tanjunguncang Batam

Selasa, 11 Februari 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Putra Jaya dan juga perumahan lain yang ada di Tanjunguncang mendatangi perusahaan karena banyak warga tidak diterima masuk kerja, dan terkesan lebih mengutamakan dari luar, Selasa (11/2/2025). Matapedia6.com/Dok Polsek

Warga Putra Jaya dan juga perumahan lain yang ada di Tanjunguncang mendatangi perusahaan karena banyak warga tidak diterima masuk kerja, dan terkesan lebih mengutamakan dari luar, Selasa (11/2/2025). Matapedia6.com/Dok Polsek

MATAPEDIA6.com, BATAM – Puluhan warga Kelurahan Tanjunguncang kembali menggelar aksi unjuk rasa di kawasan industri PT Best Eternity Resources Technology, Selasa (11/2/2025).

Mereka menuntut agar perusahaan, khususnya PT MSUN Solar Indonesia, memprioritaskan penerimaan tenaga kerja dari warga setempat.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya warga menyampaikan aspirasi serupa.

Mereka merasa proses rekrutmen di PT MSUN Solar Indonesia tidak transparan dan lebih banyak mengakomodasi pelamar dari luar Tanjunguncang.

Edi, salah satu warga Putra Jaya, menyatakan dalam beberapa hari terakhir, perekrutan tenaga kerja di perusahaan tersebut lebih banyak menerima pelamar dari luar kelurahan.

“Banyak juga warga kita yang ikut, tetapi hanya beberapa orang yang diterima,” ujarnya.

Asnah, warga lainnya, mengungkapkan kekecewaannya karena sejak dibuka lowongan di PT MSUN, warga luar yang paling banyak diterima.

“Harapan kita warga sekitar bisa diakomodir juga, karena kita tinggal di wilayah sekitar dan kita yang merasakan imbasnya,” katanya.

Menanggapi hal ini, Samson Purba, Kepala Keamanan perusahaan, menjelaskan semua lamaran dari warga sekitar sebenarnya telah ditampung.

Namun, saat proses seleksi, banyak yang tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan.

“Jadi bukan tidak diakomodir, hanya saja warga sekitar tidak masuk kategori yang dibutuhkan,” jelas Samson.

Kapolsek Batu aji, AKP Raden Bimo, menambahkan terjadi miskomunikasi dalam proses perekrutan.

Perusahaan tidak menyertakan syarat yang dibutuhkan secara jelas saat membuka lowongan.

“Mis komunikasinya di sana, makanya warga sekitar banyak yang tidak diterima,” kata Bimo.

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu syarat yang dibutuhkan adalah tinggi badan minimal 170 cm, yang membuat banyak warga sekitar tidak memenuhi kriteria tersebut.

“Ke depan, kita minta agar perusahaan transparan menyertakan syarat dalam penerimaan karyawan,” tambahnya.

PT MSUN Solar Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur teknologi solar dan energi terbarukan.

Berlokasi di Tanjunguncang, Kota Batam, perusahaan ini sedang berkembang pesat dan berfokus pada produksi panel surya untuk mendukung penggunaan energi bersih di Indonesia.

Sejak didirikan, PT MSUN Solar Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Perusahaan ini juga berupaya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan program-program pemberdayaan komunitas.

Namun, dengan adanya tuntutan dari warga Tanjunguncang, perusahaan diharapkan dapat lebih transparan dalam proses rekrutmen dan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi warga lokal untuk bergabung dan berkembang bersama perusahaan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong
BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB
Polda Kepri Bagikan 200 Helm Gratis untuk Pekerja Saat May Day di Batam
Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar Batu Aji, BP Batam Belum Terima Tahap Awal dari Pengembang
Ketua IKTD Batam 2004–2009 H. Isnur Fauzi Wafat, H. Arlon Veristo Kenang Sosok Pemersatu Perantau
May Day 2026 Batam Diisi Aksi Bersih Lingkungan, Amsakar–Claudia Apresiasi Peran Buruh

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:23 WIB

AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:43 WIB

Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:15 WIB

BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:34 WIB

Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar Batu Aji, BP Batam Belum Terima Tahap Awal dari Pengembang

Berita Terbaru