Telkom–PGN Bangun Ekosistem Data Center Hijau, Bidik Posisi Hub Digital Regional

Selasa, 14 April 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Strategic Portfolio Telkom Seno Soemadji (kedua dari kanan) dan Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra (kedua dari kiri) dalam agenda ini di Jakarta, (10/4/2026). Foto:Telkom

Direktur Strategic Portfolio Telkom Seno Soemadji (kedua dari kanan) dan Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra (kedua dari kiri) dalam agenda ini di Jakarta, (10/4/2026). Foto:Telkom

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempercepat integrasi infrastruktur digital dengan energi rendah karbon. Kedua BUMN ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memasok energi hijau ke operasional data center generasi baru.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dan Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, memimpin langsung penandatanganan di Jakarta, Jumat (10/4). Sejumlah pejabat lintas sektor turut hadir, mempertegas dorongan sinergi BUMN dalam mempercepat transformasi digital dan transisi energi nasional.

Telkom langsung tancap gas sebagai pengembang ekosistem digital dan data center. Perusahaan ini membutuhkan suplai energi rendah emisi—termasuk biomethane—untuk menopang operasional data center TelkomGroup. PGN mengambil peran sebagai pemasok energi hijau dengan memanfaatkan biomethane dari limbah kelapa sawit di Sumatra.

Kerja sama ini mencakup studi bersama hingga tahap implementasi energi hijau di berbagai lokasi data center, baik di dalam maupun luar negeri. Kedua pihak menargetkan fondasi kuat bagi pengembangan data center yang efisien, berkelanjutan, dan siap menghadapi lonjakan kebutuhan AI.

Senior Director Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menilai kolaborasi ini sebagai momentum strategis. Ia menegaskan integrasi sektor digital dan energi tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang nilai tambah baru serta memperkuat posisi Indonesia di peta digital regional.

Dian Siswarini menekankan, langkah ini memperkuat kedaulatan digital nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi pusat digital kawasan. TelkomGroup, kata dia, menargetkan posisi sebagai digital infrastructure powerhouse di regional dengan dukungan energi bersih dan efisien.

Telkom sudah memetakan lima lokasi strategis pengembangan data center—Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya—yang terhubung jaringan pipa gas PGN. Integrasi ini memungkinkan optimalisasi infrastruktur eksisting sekaligus membuka ekspansi jaringan baru.

Baca juga:337 HP Diselundupkan Lewat Truk Kosong, Bea Cukai Batam Bongkar Modus Kompartemen Tersembunyi

Arief Kurnia Risdianto menegaskan PGN tidak lagi sekadar pemasok gas konvensional. Ia mendorong transformasi menuju penyedia energi bersih berbasis biomethane yang mampu menopang infrastruktur masa depan, termasuk data center berteknologi tinggi.

Di level global, TelkomGroup juga memperluas kolaborasi dengan Sembcorp Development Ltd melalui NeutraDC. Kemitraan ini fokus pada pengembangan data center siap AI berbasis energi rendah karbon, sekaligus memperkuat solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sinergi domestik dan global ini membentuk ekosistem green digital infrastructure yang lebih solid. Telkom dan PGN membidik penguatan daya saing Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri data center regional.

MoU ini sekaligus menegaskan langkah agresif kedua BUMN dalam menggabungkan kekuatan digital dan energi berkelanjutan. Targetnya jelas: menghadirkan solusi data center hijau yang scalable, berkelas dunia, dan bernilai tambah tinggi bagi industri serta pelanggan.

Baca juga:OJK Percepat Program 3 Juta Rumah, SLIK Dipangkas Lebih Cepat dan Lebih Fleksibel

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Jumat, 11 September 2026 - 16:33 WIB

STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Berita Terbaru