MATAPEDIA6.com, JAYAPURA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), meresmikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1) di Telkom Witel Jayapura, Jumat (8/5). Proyek ini langsung membuka jalur konektivitas digital lintas negara pertama yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini.
Langkah ini tak sekadar menambah infrastruktur. TelkomGroup membangun koridor baru menuju kawasan Asia-Pasifik sekaligus memperkuat posisi Indonesia Timur dalam peta konektivitas global.
Kabel ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital, memperluas akses internet, dan menguatkan jaringan di wilayah perbatasan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo memimpin peresmian bersama jajaran TelkomGroup, perwakilan Papua Nugini, dan Pemerintah Provinsi Papua. Dalam sambutannya, Angga menegaskan pemerataan konektivitas menjadi kunci transformasi digital nasional.
“Konektivitas harus merata, berkelanjutan, dan tidak terpusat. Wilayah timur Indonesia harus mendapat peluang yang sama dalam ekosistem ekonomi digital,” katanya dikutip dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah TelkomGroup yang dinilai memperkuat jaringan nasional sekaligus menghadirkan konektivitas yang lebih andal dan tangguh di kawasan timur.
Baca juga:Cut and Fill di Sagulung Disorot DPRD Batam, Legalitas dan Dampak Lingkungan Dipertanyakan
Kabel Pukpuk menjadi sistem lintas batas pertama di Asia-Pasifik yang menghubungkan langsung jaringan Indonesia dengan Papua Nugini.
Landing station di Jayapura kini berfungsi sebagai pintu masuk utama yang menyalurkan kapasitas dari kabel internasional SEA-US ke wilayah Papua Nugini melalui Vanimo.
Kolaborasi Telin dan PNG DataCo menjadi kunci proyek ini. Keduanya membangun integrasi jaringan lintas negara yang tak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga mempererat hubungan strategis Indonesia–Papua Nugini.
Dengan beroperasinya kabel ini, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang berdiri sendiri. Jalur lama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sementara jalur baru mengalir dari Vanimo ke Jayapura, lalu tersambung hingga Manado dan Los Angeles melalui kabel SEA-US.
Skema ini menciptakan jalur alternatif (diversity route) yang membuat jaringan lebih tahan gangguan dan memastikan layanan tetap berjalan optimal. Jayapura pun naik kelas menjadi simpul konektivitas utama di Papua.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan proyek ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghapus kesenjangan digital.
“Pukpuk menegaskan Indonesia Timur adalah bagian integral dari konektivitas global. Kami ingin memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal di era digital,” ujarnya.
Sebagai penggerak proyek, Telin mengawal seluruh proses mulai dari perencanaan hingga komersialisasi. Fasilitas di Jayapura kini menjadi titik krusial yang menghubungkan jaringan internasional dengan infrastruktur nasional.
CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai proyek ini sebagai tonggak baru hubungan kedua negara. Ia menyebut kedekatan geografis Indonesia dan Papua Nugini kini diperkuat konektivitas digital yang nyata.
“Kabel Pukpuk bukan sekadar infrastruktur, tapi fondasi integrasi digital yang lebih erat dan berkelanjutan,” katanya.
TelkomGroup menutup proyek ini dengan satu pesan tegas: konektivitas bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dan dari Jayapura, jembatan digital itu kini benar-benar terbangun.
Baca juga:Mediasi Sopir BAJ di Polresta Barelang, DPRD Batam Dorong Solusi atas Penolakan Penutupan Tambang
Editor:Zalfirega

















