Panbil Group Industrial Estate Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Global di Batam

Selasa, 10 Desember 2024 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panbil Industrial Estate (PIE) Muka Kuning Tahap 2. Foto:Dok/Istimewa

Panbil Industrial Estate (PIE) Muka Kuning Tahap 2. Foto:Dok/Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM– Panbil Group mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan investasi di kota Batam, Kepulauan Riau.

Sebagai upaya tersebut Panbil Group, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, mendukung pertumbuhan ekonomi di Batam.

Bahkan sebagai kontribusi Panbil Group dalam mendukung pemulihan ekonomi regional, mereka telah membangun kawasan industri tambahan di Muka Kuning seluas kurang lebih 70 hektar.

“Lokasinya yang dekat dengan Singapura memberikan keunggulan kompetitif,” ungkap Deputy Marketing Director Panbil Industrial Estate Agnes Budiman, dikutip dalam keterangannya, Selasa (10/12/2024).

Dijelaskan, pengembangan Panbil Industrial Estate (PIE) Muka Kuning Tahap 2 solusi untuk investor yang membutuhkan lahan untuk pabrik di Batam.

Selain itu, pembangunan unit baru di kawasan hunian Villa Panbil diharapkan memenuhi permintaan pelanggan. PIE Muka Kuning Tahap 2 mencakup 70 hektar baru dan menawarkan berbagai ukuran bangunan untuk investor.

“Pengembangan terbaru ini mendukung pertumbuhan bisnis dan investasi di Batam serta memberi kontribusi bagi sektor industri Indonesia. Panbil Industrial Estate memiliki ciri khas sebagai kawasan industri mandiri dan terintegrasi,” tuturnya.

Fasilitas seperti pembangkit listrik, pengolahan air bersih, dan pengolahan air limbah memastikan pasokan utilitas yang handal. Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti Panbil Mall, Villa Panbil, dan Wyndham Panbil Batam.

PIE Muka Kuning Tahap 2 menyediakan berbagai ukuran bangunan yang sesuai untuk setiap perusahaan, dari usaha kecil hingga perusahaan multinasional. Fasilitas modern mendukung berbagai industri seperti manufaktur, logistik, dan perakitan.

“Menanggapi permintaan yang terus berkembang, Panbil kini telah memperluas kawasan ini dengan penambahan empat blok baru — D, E, F, dan G. Sebagai informasi, saat ini Blok E mayoritas telah diisi oleh perusahaan-perusahaan industri ringan. Hal ini  menunjukkan  kawasan industri Panbil masih menarik bagi bisnis internasional yang ingin mengakses pasar dinamis Asia Tenggara,” imbuhnya.

“Sedangkan blok D, F, dan G menawarkan ruang tambahan bagi perusahaan yang ingin memperluas atau memulai operasional mereka di Batam.” tambah dia lagi.

Panbil Industrial Estate telah menjadi pusat industri yang menyediakan fasilitas berkualitas dan mendukung kolaborasi. Selain Muka Kuning Tahap 2, Panbil Group juga memperluas ke Tembesi, Batam, seluas 100 hektar.

Proyek ini adalah Low Carbon Emission Industrial Park untuk industri light manufacturing dan medium. Infrastruktur mandiri akan disediakan, dan workshop ukuran 540 m2 siap diserahterimakan pada kuartal 2 tahun 2025 untuk mendukung industri dan UMKM.

Panbil Tembesi menawarkan peluang investasi yang sangat menjanjikan. Lokasinya di Kawasan industri Panbil baik Muka Kuning maupun Tembesi yang strategis di Batam, dekat dengan pelabuhan dan bandara, semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri utama.

Dengan fokus pada keberlanjutan, infrastruktur yang handal, serta solusi ruang yang fleksibel, Panbil siap mendukung beragam kebutuhan industri modern, menjadikannya pilihan utama bagi perusahaan yang ingin berkembang di Indonesia.

Cek berita artikel lainnya di Google News 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri
General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen
Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus
Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Bidik Pasar Lebih Luas bagi UMKM Kepri

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

General Cargo Batu Ampar Tembus 102 Persen Target Tahunan, Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh 8 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Rp2,44 Triliun RKA BP Batam 2027, Infrastruktur dan Investasi Jadi Fokus

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Selasa, 15 September 2026 - 15:47 WIB

Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

Berita Terbaru