Jenazah Doni dan Linda Diterbangkan ke Kampung Halaman di Bangka Belitung

Selasa, 14 Januari 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pengangkatan jenazah korban longsor di Tiban Koperasi oleh Tim gabungan dari timbunan tanah, Senin (13/1/2025). Matapedia6.com/ Luci

Proses pengangkatan jenazah korban longsor di Tiban Koperasi oleh Tim gabungan dari timbunan tanah, Senin (13/1/2025). Matapedia6.com/ Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Dua jenazah korban longsor di Perumahan Tiban Koperasi Blok S, Sekupang Batam, yakni Doni Aprianto dan istrinya, Linda Luciana, akan diterbangkan ke kampung halaman mereka di Bangka Belitung, Senin (14/1/2025).

Pemulangan jenazah dilakukan pukul 11.00 WIB dengan penerbangan langsung dari Bandara Hang Nadim, Batam menuju Jakarta Selanjutnya ke Bangka Belitung.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur, menjelaskan proses pemulangan ini merupakan permintaan keluarga sejak jenazah ditemukan.

“Sesuai dengan keinginan keluarga, jenazah akan dipulangkan ke Bangka Belitung setelah seluruh administrasi selesai,” ujarnya.

Benhur menjelaskan jenazah Doni dan Linda sebelumnya telah dibersihkan di Rumah Sakit Otorita Batam dan kini hanya menunggu keberangkatan.

“Keluarga juga akan mendampingi jenazah hingga tiba di kampung halaman,” tambahnya.

Sebelumnya, jenazah pasangan suami-istri korban longsor yang paling terakhir ditemukan di oleh Tim SAR gabungan.

Jenazah Linda Luciana ditemukan lebih dulu pada pukul 16.15 WIB, disusul jenazah Doni Aprianto 35 menit kemudian, tepatnya pukul 16.50 WIB.

Dedius, Kepala Pos Basarnas Batam, mengungkapkan proses evakuasi berlangsung penuh tantangan.

Tebalnya timbunan tanah hingga dua meter dan lokasi jenazah yang berada di area dapur dekat dinding bukit menyulitkan kerja tim SAR.

“Penggunaan alat berat juga harus hati-hati agar tidak merusak jenazah. Ditambah lagi hujan terus-menerus membuat lokasi berlumpur,” jelas Dedius.

Setelah kedua korban berhasil ditemukan, operasi SAR resmi dihentikan.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci | Editor: Zalfirega

Berita Terkait

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru