Spanduk Penolakan Warga Permata Baloi Hilang Misterius, Diduga Ada Oknum Berkepentingan

Jumat, 18 April 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk penolakan warga yang dipasang di pagar tembok perumahan permata Baloi atas pembukaan akses jalan dari Baloi apartemen lewat komplek permata Baloi, Jumat (18/4/2025) Matapedia6.com/Luci

Spanduk penolakan warga yang dipasang di pagar tembok perumahan permata Baloi atas pembukaan akses jalan dari Baloi apartemen lewat komplek permata Baloi, Jumat (18/4/2025) Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Spanduk penolakan warga Permata Baloi, khususnya di Cluster Manggo Blok G1 hingga G20, yang menolak pembukaan akses jalan dari Baloi Apartemen ke lingkungan mereka, mendadak hilang pada Kamis (18/4/2025) malam.

Hilangnya spanduk yang sebelumnya terpampang jelas di pagar beton dekat akses masuk ke bibir sungai di samping Apartemen Baloi ini sontak menimbulkan pertanyaan di kalangan warga.

Hingga Jumat pagi, spanduk itu sudah tidak lagi terlihat di lokasi.

Salah seorang warga, Acay, mengaku terkejut saat mengetahui spanduk yang mereka pasang hilang begitu saja tanpa jejak.

“Pagi-pagi kami bangun, spanduk yang kemarin sore masih terpasang, tiba-tiba sudah hilang. Tidak ada yang tahu siapa yang mengambilnya,” ujarnya.

Spanduk itu sendiri berisi pernyataan tegas dari warga yang menolak keras pembukaan akses jalan dari Apartemen Baloi ke Permata Baloi.

Selain itu, warga juga meminta pihak terkait untuk segera membongkar timbunan yang menutup aliran sungai di samping apartemen.

Ketua RT 05/RW06 Perumahan Kezia, Ade, juga mengaku heran atas hilangnya spanduk tersebut.

Bahkan, menurutnya, ada dua spanduk yang dipasang warga satu dari warga Permata Baloi dan satu lagi dari warga Perumahan Kezia yang juga memprotes penimbunan di area Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Spanduk itu kami pasang di pagar tembok, tidak mengganggu siapa pun atau akses umum. Tapi anehnya malah dicabut. Ini jelas mencurigakan,” kata Ade.

Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu atau tidak senang dengan aksi protes warga tersebut.

“Kemungkinan besar ini ulah oknum yang memiliki kepentingan, baik yang berkaitan dengan apartemen maupun penimbunan sungai. Kalau tidak ada kepentingan, kenapa harus dicabut?” tegasnya.

Hingga saat ini, spanduk tersebut belum diketahui keberadaannya.

Warga berharap permasalahan ini segera mendapat perhatian dari pihak berwenang, terutama terkait dampak lingkungan dari timbunan di sekitar sungai dan rencana pembukaan akses jalan yang dinilai merugikan mereka.

Penulis: Luci |Editor: Meizon

Berita Terkait

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan
PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026
Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara
Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap
Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam
Pembacokan di PJB Sagulung, Korban Terjebak di Drainase dan Pelaku Masih Diburu Polisi 
Polisi Tangkap 2 Pria, Diduga Aniaya Pekerja Proyek di Sagulung Batam karena Persoalan Gaji
Ruko di Harbour Bay Dibobol, Kamera, Laptop hingga Drone Raib: Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Perempuan di Batam, Dipicu Sakit Hati karena Ucapan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:57 WIB

PN Batam Catat 34 Perkara Perlindungan Anak hingga Oktober 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pria di Batam Tewas Ditikam 25 Kali, Polisi Ungkap Dendam dan Masalah Asmara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Laporan Pencurian Xpander di Batam Diduga Palsu, Tiga Orang Ditangkap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Polda Kepri Amankan 17 Orang dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Ekstasi di Batam

Berita Terbaru