Pihak Mega Mall Mangkir dari RDP, DPRD Batam Desak Tunjukkan Itikad Baik Selesaikan Perselisihan Kerja

Kamis, 20 November 2025 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam DANDIS Rajagukguk saat memberikan dalam rapat Dengar pendapat di ruang Rapat Komisi IV DPRD Batam, Kamis (20/11/2025). Matapedia6.com/Dok DPRD Batam

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam DANDIS Rajagukguk saat memberikan dalam rapat Dengar pendapat di ruang Rapat Komisi IV DPRD Batam, Kamis (20/11/2025). Matapedia6.com/Dok DPRD Batam

MATAPEDIA6.com, BATAM – Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi IV DPRD Kota Batam bersama mantan karyawan PT Federal Investindo (Mega Mall), Supardi, Kamis (20/10/2025), berlangsung tanpa kehadiran pihak perusahaan.

Ketidakhadiran tersebut membuat pembahasan berjalan sepihak, sekaligus memicu dorongan DPRD agar manajemen Mega Mall segera menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan ini.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, dan dihadiri sejumlah anggota, termasuk Surya Makmur Nasution, Tapis Dabal Siahaan, serta Sony Christanto.

Dandis menegaskan, pihaknya telah berupaya memanggil perusahaan, namun kehadiran tidak dapat dipaksakan.

“Kami tidak bisa memaksa mereka hadir. Tapi kalau BPJS pekerja masih dibayar, berarti masih ada hubungan kerja yang harus dijelaskan,” tegas Dandis.

Baca juga: APBD Batam 2026 Disahkan Rp4,29 Triliun

Wakil Ketua Komisi IV, Surya Makmur Nasution, menyoroti kondisi psikologis Supardi yang disebut mengalami tekanan berat sehingga harus didampingi keluarga selama rapat.

“Kami hanya minta manajemen Mega Mall menunjukkan itikad baik. Ikuti anjuran Disnaker, temui pekerja, dan selesaikan persoalan ini secara manusiawi,” ujarnya.

Surya mengingatkan, Mega Mall sebelumnya sempat menolak anjuran mediator. Padahal, menurutnya, penyelesaian secara damai penting untuk menjaga iklim ketenagakerjaan yang sehat di Batam.

Dalam rapat, seluruh keterangan disampaikan oleh pendamping Supardi, Nila, karena Supardi tidak mampu berbicara akibat tekanan psikologis.

Nila menjelaskan persoalan ini bermula pada 1 Desember 2024, ketika mesin absensi di tempat kerja Supardi dicabut, sehingga ia tidak dapat lagi melakukan absensi.

Tidak lama setelah itu, Supardi diminta menandatangani kontrak baru dan menyetujui dipindahkan ke departemen lain yang bahkan belum beroperasi.

Baca juga: BP Batam Kuatkan Komitmen Bersama 21 FKPD Unsur Pengamanan, Jaga Alam dan Investasi di KPBPB Batam

Instruksi tersebut disampaikan bukan oleh HRD, melainkan koordinator lapangan bernama Frikles.

“Supardi juga ditawari satu bulan gaji kalau mau berhenti, dengan tudingan dianggap mangkir. Padahal dia tidak bisa absen karena mesinnya dicabut,” jelas Nila.

Dua kali proses bipartit dilakukan, namun tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga Supardi terpaksa mengadukan kasus ini ke DPRD.

Dalam RDP, Mediator Hubungan Industrial Disnaker Batam, Novarastami, memaparkan anjuran yang telah dikeluarkan setelah mempelajari masa kerja Supardi sejak 2011 serta bukti lain yang mendukung.

Anjuran mediator meminta perusahaan membayar, Uang Pesangon: 9 × Rp 5.200.000 = Rp 46.800.000, Uang Penghargaan Masa Kerja: 5 × Rp 5.200.000 = Rp26.000.000, Total: Rp 72.800.000

Selain itu perusahaan juga dianjurkan membayar sisa cuti dan upah selama Supardi dirumahkan sejak Desember 2024 hingga April 2025.

Kedua pihak diberi waktu 10 hari kerja untuk memberikan tanggapan tertulis atas anjuran tersebut.

Jika penyelesaian bipartit dan mediasi tidak membuahkan hasil, Komisi IV menegaskan bahwa penyelesaian perkara dapat dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Komisi IV menutup rapat dengan menegaskan kembali bahwa Mega Mall harus hadir dan berkomunikasi untuk mengurai permasalahan.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang
Pastikan Arus Mudik Lancar, Wali Kota Batam Amsakar-Li Claudia Tinjau Terminal Domestik Sekupang

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:01 WIB

Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026

Berita Terbaru