Survei OJK: Kinerja Perbankan Menguat hingga Akhir 2025

Sabtu, 22 November 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Triwulan IV-2025 menunjukkan optimisme kuat bahwa kinerja perbankan akan tetap solid hingga akhir 2025.

Survei yang berlangsung pada Oktober 2025 itu melibatkan 102 bank yang mewakili 99,25 persen aset perbankan nasional per September 2025.

Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan IV-2025 mencatat skor 66, berada di zona optimis.

Responden yakin kondisi makroekonomi domestik akan menguat, didukung kemampuan bank mengelola risiko dengan baik.

Baca juga: OJK Benahi Tata Kelola: Transformasi Regulasi untuk Keuangan yang Lebih Akuntabel

Harapan terhadap membaiknya ekonomi juga mendorong Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) kembali ke level optimis, yakni 63.

Responden memprediksi pertumbuhan ekonomi akan meningkat seiring penurunan BI Rate dan penguatan nilai tukar rupiah.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, konsumsi masyarakat biasanya naik dan mendorong permintaan barang serta jasa.

Pemerintah juga menggelontorkan stimulus 8+4+5, yang dinilai mampu mengerek daya beli dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Aktivitas ekonomi yang meningkat berpotensi mengerek inflasi, tetapi masih dalam batas yang dapat dikelola.

Mayoritas responden menilai risiko perbankan pada triwulan IV-2025 tetap terkendali. Hal ini tercermin dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) yang mencapai 57 juga berada di zona optimis.

Responden menilai kualitas kredit masih terjaga dan posisi devisa netto (PDN) aman karena aset dan tagihan valas lebih besar daripada kewajiban valas.

Baca juga:14 Tahun OJK : Industri Keuangan Tangguh, Indonesia Maju

Meski begitu, perbankan memproyeksikan penurunan net cashflow dibanding triwulan sebelumnya. Penarikan dana untuk kebutuhan operasional nasabah dan peningkatan belanja pemerintah daerah pada akhir tahun diperkirakan memperbesar cash outflow.

Pada sisi kinerja, Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) mencapai 78, menandai optimisme kuat. Responden memperkirakan penyaluran kredit akan tumbuh, didorong permintaan pembiayaan dan upaya bank memperluas ekspansi kredit melalui pipeline yang tersedia.

Beberapa sektor dinilai menjadi motor pertumbuhan, seperti industri pengolahan yang tumbuh 8,64 persen (yoy) per September 2025.

Sektor pertambangan dan penggalian serta pengangkutan dan pergudangan yang masing-masing tumbuh 19,15 persen (yoy) dan 19,32 persen (yoy), juga diprediksi menopang laju kredit.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan meningkat seiring upaya bank mengamankan sumber dana untuk menopang pertumbuhan kredit dan menjaga likuiditas.

Pada SBPO periode ini, OJK juga meminta proyeksi pencapaian target Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025. Menjelang akhir tahun, sebagian besar bank menyatakan optimis dapat memenuhi target penyaluran kredit dan penghimpunan DPK sesuai rencana bisnis.

OJK melaksanakan SBPO setiap triwulan untuk menangkap pandangan industri perbankan mengenai arah perekonomian, persepsi risiko, dan prospek bisnis pada triwulan berikutnya. SBPO menetapkan Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) dengan rentang nilai 1–100:

Baca juga:OJK Tegaskan: Transformasi Digital Harus Perluas Akses, Bukan Ciptakan Kesenjangan Baru

  • >50 menunjukkan optimisme
  • =50 menunjukkan stabil
  • <50 menunjukkan pesimisme

IBP tersusun dari tiga subindeks: Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) dan Indeks Persepsi Risiko (IPR) serta Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK).

Selain itu, SBPO juga memuat berbagai isu strategis yang memengaruhi industri perbankan. Secara historis, hasil SBPO cukup akurat dalam memprediksi arah indikator makroekonomi dan perbankan di Indonesia.

Laporan lengkap SBPO Triwulan IV-2025 dapat diakses melalui situs resmi OJK: [www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/data-dan-statistik/survei-perbankan](http://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/data-dan-statistik/survei-perbankan).

 

Baca juga:Inklusi Keuangan Jadi Jalan Pemerataan: OJK Hadirkan Gerakan Nasional dari Surabaya

 

Berita Terkait

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur
OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar
OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
OJK Dorong Tata Kelola dan Integritas untuk Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:14 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia

Berita Terbaru