Indosat Kirim Bantuan ke Aceh Tamiang dan Lima Daerah, Dorong Pemulihan Cepat Pasca Banjir

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indosat salurkan bantuan kepada korban bencana alam di Aceh Tamiang. Foto:Istimewa

Indosat salurkan bantuan kepada korban bencana alam di Aceh Tamiang. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, ACEH — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sibolga, dan Medan guna mempercepat pemulihan warga pasca bencana.

Melalui program Indosat SIGAP (Siap Tanggap Keadaan Darurat) di bawah payung CSR pilar filantropi, Indosat mengirimkan paket makanan siap santap, logistik pangan, obat-obatan, pakaian dewasa dan anak, popok bayi, kompor gas, genset, hingga kebutuhan harian keluarga terdampak.

Indosat mengerahkan tim lapangan bersama karyawan dan mitra untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

Baca juga: Indosat Percepat Inklusi Digital di Kepri dengan AIvolusi5G, Hadirkan Konektivitas yang Lebih Aman dan Cerdas

Banjir yang melanda sejumlah wilayah tersebut memaksa ribuan warga mengungsi dan memutus pasokan logistik.

Kondisi darurat itu mendorong Indosat mempercepat respons, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar para pengungsi.

EVP–Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menegaskan komitmen perusahaan untuk hadir di saat krisis.

“Konektivitas bukan hanya soal jaringan. Indosat memilih hadir langsung di tengah masyarakat ketika mereka paling membutuhkan,” ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (14/12/2025).

Ia menambahkan, Indosat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan lanjutan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami berharap bantuan ini meringankan beban warga Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Sibolga, dan Medan,” katanya.

Tak hanya logistik, Indosat juga membagikan kartu perdana IM3 dan Tri agar akses komunikasi warga tetap terjaga.

Baca juga:Indosat Gerak Cepat Pulihkan Layanan di Tengah Banjir Bandang Sumatra Utara

Dukungan jaringan memungkinkan para penyintas berkomunikasi untuk kebutuhan darurat sekaligus mengakses informasi pemulihan.

Dua pekan pasca bencana, Indosat mencatat pemulihan jaringan mencapai 98 persen di Sumatera Barat, 94 persen di Sumatera Utara, dan 50 persen di Aceh.

Tim teknis terus mempercepat perbaikan dengan membuka kembali jalur transportasi telekomunikasi dan mengoperasikan sumber daya portable di titik-titik terdampak.

Langkah ini menjaga layanan dasar—telepon, pesan singkat, dan data terbatas—tetap berfungsi bagi masyarakat.

Baca juga:Indosat AIvolusi5G: Otak Cerdas di Balik Jaringan Kepri yang Makin Gesit dan Tahan Serangan Digital

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Imigrasi Batam Deportasi 24 WN Tiongkok Usai Operasi Wira Waspada di Opus Bay
Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot
KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam
Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh
DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong
BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:29 WIB

Imigrasi Batam Deportasi 24 WN Tiongkok Usai Operasi Wira Waspada di Opus Bay

Senin, 4 Mei 2026 - 20:44 WIB

Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot

Senin, 4 Mei 2026 - 17:57 WIB

KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing

Berita Terbaru