Mentan Amran Beri Sebutan Importir dan Penyelundup Beras Pengkhianat Bangsa

Senin, 19 Januari 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Penuin, Kota Batam, Senin (19/1/2026). Matapedia6.com/Luci

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Penuin, Kota Batam, Senin (19/1/2026). Matapedia6.com/Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi praktik impor maupun penyelundupan beras di tengah kondisi swasembada pangan nasional.

Penegasan itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Penuin, Kota Batam, Senin (19/1/2026).

Usai memberikan sambutan kepada para kepala daerah, Mentan menjawab pertanyaan awak media terkait kondisi Batam yang dinilai rawan menjadi pintu masuk penyelundupan beras dari luar negeri.

Dengan nada tegas, Amran menyebut setiap pihak yang masih nekat melakukan impor atau penyelundupan beras sebagai pengkhianat bangsa.

“Itu adalah pengkhianat bangsa. Kita setengah mati berjuang untuk berdaulat pangan, untuk swasembada, tapi mereka justru mengkhianati perjuangan ini. Harus ditindak tegas, tidak boleh ada kompromi. Kami sudah turun langsung ke lapangan,” tegas Amran.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Masjid Jami Al-Falah di Central Hills, Amsakar: Batam Butuh Kebersamaan

Ia menegaskan, saat ini Indonesia tidak memperbolehkan impor beras karena stok nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Menurutnya, kebijakan ini harus dipatuhi demi melindungi petani dalam negeri.

“Sekarang tidak boleh impor beras. Jangan mempermainkan nasib rakyat. Ada sekitar 115 juta orang petani padi di negeri ini. Masa tega menzalimi orang kecil?” ujarnya.

Menanggapi keluhan soal harga beras lokal yang masih tergolong tinggi di sejumlah daerah, Mentan menjelaskan bahwa persoalan tersebut lebih disebabkan oleh kendala distribusi, bukan karena kekurangan stok.

Amran juga menepis anggapan bahwa beras menjadi penyumbang utama inflasi nasional.

“Harga memang ada yang naik, iya. Tapi kita harus bicara pakai data, bukan perasaan. Dan perlu diingat, beras bukan penyumbang inflasi tertinggi. Stok kita sekarang banyak,” jelasnya.

Lebih jauh, Amran meminta seluruh pihak untuk tidak lagi mempersoalkan kualitas beras lokal. Menurutnya, beras produksi dalam negeri adalah simbol kemandirian dan kedaulatan bangsa.

Baca juga: Amsakar: Aplikasi Mantap Hadirkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

“Jangan pernah bicara kualitas. Itu beras anak negeri, pakai! Beritahu mereka untuk mencintai Merah Putih. Inilah wujud kita ingin berdaulat pangan,” pungkasnya.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Pria Terjun di Jembatan 5 Barelang Ditemukan Meninggal Dunia
Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Kosong di Kawasan Gudang Pelita Batam
Amsakar Salat Id Bersama Ribuan Warga Batam di Engku Putri, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Penuh Sesak
Open House Wali Kota Batam, Silaturahmi Tanpa Jarak dengan Masyarakat
759 WBP Lapas Batam dan 241 WBP di Rutan Terima Remisi Idulfitri
1.020 Titik Salat Id Disiapkan, Amsakar Achmad Pastikan Warga Batam Beribadah Nyaman
KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:23 WIB

Pria Terjun di Jembatan 5 Barelang Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 23 Maret 2026 - 22:16 WIB

Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Kosong di Kawasan Gudang Pelita Batam

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:22 WIB

Amsakar Salat Id Bersama Ribuan Warga Batam di Engku Putri, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Penuh Sesak

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:05 WIB

Open House Wali Kota Batam, Silaturahmi Tanpa Jarak dengan Masyarakat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:53 WIB

759 WBP Lapas Batam dan 241 WBP di Rutan Terima Remisi Idulfitri

Berita Terbaru