Warga Resah, Aktivitas Cut and Fill Bukit Vista Kembali Beroperasi Setelah Sempat Dihentikan

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bukit Vista Sukajadi Kota Batam yang saat ini gundul, akibat aktifitas cut and Fill yang dilakukan. Kegiatan ini sempat dihentikan BP Batam, namun kembali beraktifitas, Selasa (27/1/2026). Matapedia6.com/Istimewa

Bukit Vista Sukajadi Kota Batam yang saat ini gundul, akibat aktifitas cut and Fill yang dilakukan. Kegiatan ini sempat dihentikan BP Batam, namun kembali beraktifitas, Selasa (27/1/2026). Matapedia6.com/Istimewa

MATAPEDIA6.com, BATAM – Aktivitas pemotongan dan penimbunan (cut and fill) tanah di kawasan Bukit Vista, Sukajadi, Batam, kembali ada aktifitas setelah sebelumnya sempat dihentikan oleh pimpinan BP Batam. Hal ini membuat warga sekitar Resah.

Di lokasi, selain lalu lalang truk pengangkut tanah dan alat berat, terlihat pula alat pemancang pondasi (paku bumi) beroperasi di lereng bukit.

Pemandangan ini kontras dengan pernyataan penghentian yang telah disampaikan otoritas sebelumnya.

Menanggapi perkembangan terbaru ini, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku belum menerima laporan bahwa aktivitas telah berlanjut.

“Memang sempat kami hentikan waktu itu. Kalau sekarang masih berlanjut, saya harus cek dulu,” ujarnya.

Baca juga: Sekda Batam Firmansyah Resmikan Z-Corner BAZNAS Batam, Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Pelaku Usaha

Amsakar mengatakan, jika pengerjaan kembali dilakukan, pengelola proyek kemungkinan telah melengkapi perizinan yang diperlukan.

“Kalau tidak ada izin, tidak mungkin aktivitas itu dilanjutkan. Namun nanti akan saya cross check terlebih dahulu di internal BP Batam untuk memastikan status izinnya,” kata Amsakar

Di sisi lain, warga Perumahan Batu Batam yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek menyuarakan keresahan yang belum juga reda. Keluhan utama mereka adalah dampak lingkungan yang terus berlangsung.

“Kami serba salah. Kalau hujan deras, lumpur dari bukit Vista masuk ke perumahan. Kalau musim panas seperti sekarang, debunya sangat banyak,” keluh Ridwan salah seorang warga, menggambarkan dilema sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Menurut Ridwan, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan melalui berbagai saluran, mulai dari kelurahan hingga aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota. Namun, aktivitas di Bukit Vista tetap berjalan.

“Kami bukan menghambat pembangunan, tapi berharap ada pengawasan yang serius dari pemerintah,” tuturnya.

Baca juga: Angka Perceraian Batam Menanjak, Amsakar Dorong Penguatan Keluarga Sejak Pra-Nikah

Warga mengajukan beberapa tuntutan konkret untuk mitigasi dampak. Mereka meminta pengelola proyek membuat saluran drainase khusus yang langsung menuju saluran induk, agar aliran air dan lumpur tidak menerobos permukiman.

Selain itu, penyiraman rutin di area proyek juga diharapkan dapat mengurangi polusi debu di musim kemarau.

“Intinya, kami hanya ingin lingkungan kami aman dan nyaman. Pembangunan boleh berjalan, tapi jangan mengorbankan warga yang sudah menempati wilayah ini,” kata Ridwan.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kebakaran Hutan 10 Hektare di Tangkapan Air Tembesi, Pria 42 Tahun Jadi Tersangka
Rekonstruksi Pembunuhan Anak Asuh di Bengkong Peragakan 23 Adegan
Kapolda Kepri Minta Intelkam Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas
DPRD Dukung Kerja Sama Tanah Datar-Batam, Pasokan Pangan Jadi Fokus
Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Lokasi SPBUN Galang Baru, Berpotensi Layani 1.632 Kapal Nelayan
Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kekerasan dalam Bentrokan di Setokok
Polisi Amankan 267 Motor Berknalpot Brong, Antisipasi Balap Liar di Batam
Kejari Batam dan BP Batam Tagih Sewa Perairan Tersus, Rp 18,82 Miliar Masuk Kas Negara

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

Polisi Ungkap Kebakaran Hutan 10 Hektare di Tangkapan Air Tembesi, Pria 42 Tahun Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 - 14:46 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Anak Asuh di Bengkong Peragakan 23 Adegan

Selasa, 22 September 2026 - 13:28 WIB

Kapolda Kepri Minta Intelkam Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas

Senin, 21 September 2026 - 23:01 WIB

Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Lokasi SPBUN Galang Baru, Berpotensi Layani 1.632 Kapal Nelayan

Senin, 21 September 2026 - 22:53 WIB

Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kekerasan dalam Bentrokan di Setokok

Berita Terbaru