MATAPEDIA6.com, BATAM – Krisis air baku mulai dirasakan di Kota Batam setelah hujan tidak kunjung turun dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah waduk utama seperti Duriangkang, Muka Kuning, dan Sei Harapan dilaporkan mengalami penurunan debit air yang cukup signifikan akibat cuaca panas berkepanjangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Batam bersama Kementerian Agama dan tokoh agama berencana menggelar shalat istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan rencana tersebut merupakan usulan dari Kemenag dan para tokoh agama setelah dilakukan rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.
“Usulan ini datang dari Kemenag dan para tokoh agama. Ini ikhtiar kita bersama, karena kita tahu sumber air baku Batam sangat bergantung pada curah hujan,” ujar Amsakar, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca panas diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret mendatang, sehingga tekanan terhadap ketersediaan air bersih diprediksi masih akan terjadi, terutama menjelang bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Baca juga: Kemenag Batam Dorong Salat Istisqa, Kemarau Panjang Mulai Tekan Pasokan Air
Selain upaya spiritual, Pemko Batam juga menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat.
Langkah tersebut antara lain pembersihan dan pelebaran waduk, peningkatan kelancaran distribusi air, serta penyediaan suplai air melalui mobil tangki ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan atau stress area.
Saat ini, pemerintah bersama BP Batam mengoperasikan puluhan armada mobil tangki, termasuk kendaraan yang dimodifikasi dengan tandon tambahan, untuk mendistribusikan air ke berbagai titik layanan setiap hari.
Upaya ini dilakukan sebagai solusi jangka pendek sembari memperkuat program perbaikan sistem penyediaan air jangka panjang.
Amsakar berharap berbagai langkah darurat tersebut mampu menjaga kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, terutama selama Ramadan.
Baca juga: Wakil Kepala BP Batam Tinjau Empat Waduk, Perbaikan Pipa dan Ketahanan Air Jadi Fokus
“Kami berupaya agar memasuki bulan suci Ramadan tidak ada gangguan serius terhadap kebutuhan air warga. Walaupun langkah ini masih bersifat sementara, kami terus memperbaiki solusi jangka panjang agar kondisi pasokan air semakin stabil,” kata Amsakar.
Penulis: Luci | Editor: Zalfirega


















