OJK Bongkar Rendahnya Literasi Asuransi di Kampus

Senin, 16 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK edukasi mahasiswa soal keuangan. Foto:Ist

OJK edukasi mahasiswa soal keuangan. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, JEMBER — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menantang generasi muda untuk berhenti memandang asuransi sebagai beban. Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Jember (UNEJ), regulator sektor jasa keuangan itu menegaskan: masa depan finansial tak cukup hanya direncanakan, tapi harus dilindungi.

Pesan itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, dalam kuliah umum bertajuk “Insights for the Future”, Kamis (12/2).

OJK sengaja membawa isu asuransi ke ruang akademik karena melihat celah besar dalam pemahaman generasi muda terhadap manajemen risiko.

Baca juga:Dukung Program MBG, Amsakar Achmad Raih Penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kepulauan Riau

“Risiko bagian dari hidup. Yang membedakan adalah kesiapan kita mengelolanya. Asuransi memastikan masyarakat tidak menghadapi risiko sendirian saat hal tak terduga terjadi,” tegas Ogi dikutip dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Ia menyoroti fakta yang tak bisa diabaikan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi baru menyentuh 45,45 persen.

Sementara inklusinya tertahan di angka 28,50 persen. Artinya, pemahaman belum otomatis berujung pada kepemilikan perlindungan.

Bagi OJK, angka itu alarm. Generasi muda harus memahami bahwa risiko jiwa, kesehatan, hingga kerugian finansial bisa datang kapan saja. Tanpa mitigasi, satu kejadian bisa mengguncang stabilitas ekonomi pribadi bahkan keluarga.

“Asuransi menjaga stabilitas keuangan. Ini bukan sekadar produk, tapi instrumen perlindungan dan penopang ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Rektor UNEJ, Iwan Taruna, menyambut tegas pesan tersebut. Ia menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah gejolak ekonomi global yang fluktuatif. Menurutnya, mahasiswa harus memahami manajemen risiko bukan hanya sebagai teori, melainkan strategi bertahan dan tumbuh.

“Sektor keuangan mendorong pertumbuhan sekaligus melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi. Mahasiswa harus paham perannya,” kata Iwan.

Diskusi panel bertema “Asuransi, Generasi Muda, dan Kontribusi bagi Negeri” memperdalam isu tersebut.

Perwakilan industri memaparkan tantangan literasi, inovasi produk, hingga penguatan asuransi syariah. Hadir sebagai narasumber antara lain dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia.

Lebih dari 300 peserta mengikuti kuliah umum ini. OJK tak sekadar memberi materi, tetapi juga mengikat kolaborasi konkret. UNEJ menandatangani kerja sama dengan Asuransi Central Asia (ACA) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Dari kerja sama dengan AAJI, lahir program Beasiswa Harry Dyah bagi mahasiswa yang menulis skripsi bertema asuransi jiwa. Program ini membuka ruang riset yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus menjembatani dunia akademik dan praktik bisnis.

Kolaborasi dengan ACA mendorong riset bersama, pengembangan model bisnis inklusif, hingga kuliah praktisi sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Departemen PPDP OJK Retno Woelandari, Kepala OJK Jember Mohammad Mufid, Ketua Dewan Asuransi Indonesia Yulius Bhayangkara, serta jajaran pimpinan UNEJ dan asosiasi industri.

Melalui langkah ini, OJK mempertegas strategi: memperluas edukasi keuangan hingga ke daerah, memperkuat sinergi regulator–kampus–industri, dan mempersempit jurang literasi serta inklusi asuransi. Pesannya jelas. Generasi muda tak cukup cerdas merencanakan masa depan. Mereka harus berani melindunginya.

Baca juga:Festival Imlek Picu Lompatan Infrastruktur Nagoya

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan
OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026
Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:31 WIB

40 Penghargaan ENSIA 2026 Jadi Cermin Inovasi Pertamina Sumbagut di Lapangan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

OJK Sebut Kredit Tetap Tumbuh, Industri Pengolahan Jadi Andalan Bisnis Perbankan hingga Triwulan III 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:40 WIB

Penerbangan Lion Group dari Jakarta Mulai Dibuka Bertahap, Ini Alasannya

Minggu, 6 September 2026 - 17:17 WIB

OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 21:25 WIB

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam

Berita Terbaru