MATAPEDIA6.com, BATAM – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban insiden kapal tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar, menegaskan perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban.
“Kami memberikan santunan, mencairkan asuransi, dan menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur dalam keterangan pada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Saat insiden terjadi, lima kru berada di atas tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, bukan bagian dari manajemen PT ASL.
Baca juga:Tugboat Terbalik di Shipyard ASL Batam, Tiga ABK Tewas dan Satu Masih Hilang
“Kami adalah manajemen kru. Mereka memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan perusahaan lain,” ujarnya.
Fatur menjelaskan keterangan kru yang selamat menyebut arus laut saat kejadian cukup kuat. Ombak mendorong kapal hingga akhirnya terbalik. Ketika itu sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam.
“Arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.
Perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban dan memastikan seluruh proses pemakaman berlangsung di Batam.
“Kami sudah menjelaskan kepada keluarga korban dan mereka memahami kondisi yang terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Jumat (6/3).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 17.57 WIB. Insiden itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.
Dari lima kru di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/KKM).
Satu kru yang selamat bernama M. Habib Ansyari. Sementara satu korban yang masih dicari adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih terus menyisir perairan sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban yang hilang.
Baca juga:ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Lolos dari Hukuman Mati, Jaksa Tunggu Salinan Putusan
Editor:Zalfirega



















