Polda Kepri Bongkar Penguasaan Ilegal 294 Hektar Hutan Konservasi di Rempang

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora dan didampingi Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, Jumat (6/3/2026). Foto:Dok. Polda Kepri

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora dan didampingi Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, Jumat (6/3/2026). Foto:Dok. Polda Kepri

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri mengungkap dugaan tindak pidana kehutanan berupa penguasaan ilegal lahan konservasi seluas 294 hektar di kawasan Hutan Taman Buru Rempang, Sei Raya, Kota Batam.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers di Gedung Ditreskrimsus Polda Kepri, Jumat (6/3/2026). Kegiatan dipimpin Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora dan didampingi Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei.

Hadir pula perwakilan instansi terkait, antara lain Bidang Teknis KSDA Riau, BP Batam, BBKSDA Riau Resort Pulau Rempang, serta KPHL II Batam.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menjelaskan, pengungkapan ini menunjukkan komitmen kepolisian menjaga kawasan konservasi sekaligus melindungi aset negara dari penguasaan ilegal.

Kasus bermula dari kegiatan Smart Patrol Terestrial petugas BKSDA Resort Rempang pada Oktober 2025. Patroli tersebut menemukan aktivitas perkebunan mangga di kawasan Hutan Taman Buru yang berstatus hutan konservasi.

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan laporan polisi pada 16 Januari 2026. Dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan lahan konservasi seluas sekitar 294 hektar telah dimanfaatkan sebagai kebun mangga tanpa izin resmi dan diklaim sepihak oleh pelaku.

Baca juga:Malam Nuzululqur’an di Batam, Amsakar Santuni 1.200 Anak Yatim

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora mengatakan, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka berinisial HA alias A (54), seorang wiraswasta.

“Tersangka memanfaatkan dan menguasai lahan di kawasan hutan konservasi untuk kebun mangga sejak 2012 tanpa memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan maupun persetujuan penggunaan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujarnya.

Untuk memperkuat klaim atas lahan tersebut, tersangka menggunakan 133 pucuk Surat Keterangan Tanah (SKT). Penyidik menyita seluruh dokumen tersebut sebagai barang bukti, bersama dua unit alat berat ekskavator, pintu portal besi, serta sejumlah dokumen legalitas perusahaan PT BBJ.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 78 ayat (2) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

“Tersangka terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp7,5 miliar,” kata Silvester.

Ia menegaskan, langkah penegakan hukum ini menyasar praktik mafia lahan yang mencoba menguasai kawasan negara secara ilegal.

“Penindakan ini kami tujukan kepada pelaku mafia lahan, bukan kepada masyarakat,” tegasnya.

Polda Kepri juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan aktivitas perambahan hutan atau penguasaan lahan negara secara ilegal. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa. Polisi memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti serta identitas pelapor dijaga kerahasiaannya.

Baca juga:Perusahaan Tanggung Seluruh Biaya Korban Tugboat Terbalik di Perairan Tanjung Uncang

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Sidang Perdana Kematian Bripda Natanael, Teriakan ‘Hukum Mati’ Menggema di PN Batam
Kepala Sekolah SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Uang Sekolah
Polisi Ungkap Kronologi Kasus Viral Homestay Bengkong, Tujuh Tersangka Pengeroyokan dan Satu Tersangka Penganiayaan
Rayap Besi Putus Kabel Tower, Jaringan Indosat Sempat Terganggu, Polsek Sagulung Tangkap Terduga Pelaku
Polisi Ungkap Pembacokan di Parkiran Hotel Kundur, Pelaku Dibekuk Saat Tidur di Kos
Empat Tersangka Kasus Tewasnya Bripda Natanael Resmi Dilimpahkan ke Kejari Batam, Jaksa Siapkan Dakwaan
Polsek Nongsa Ungkap Curanmor di Kabil, Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian Diamankan
WN Malaysia Diperas dan Dianiaya di Hotel Batam, Polisi Bekuk Dua Terduga Pelaku dalam Sehari

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:29 WIB

Sidang Perdana Kematian Bripda Natanael, Teriakan ‘Hukum Mati’ Menggema di PN Batam

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:39 WIB

Kepala Sekolah SMA Taruna Kepri Ditangkap Polisi, Diduga Gelapkan Uang Sekolah

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:08 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Kasus Viral Homestay Bengkong, Tujuh Tersangka Pengeroyokan dan Satu Tersangka Penganiayaan

Senin, 20 Juli 2026 - 14:10 WIB

Rayap Besi Putus Kabel Tower, Jaringan Indosat Sempat Terganggu, Polsek Sagulung Tangkap Terduga Pelaku

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:32 WIB

Polisi Ungkap Pembacokan di Parkiran Hotel Kundur, Pelaku Dibekuk Saat Tidur di Kos

Berita Terbaru