BI Ungkap Rahasia Inflasi Kepri Tetap Rendah Saat Idulfitri

Jumat, 3 April 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Inflasi harga. Dok/Istimewa

Ilustrasi Inflasi harga. Dok/Istimewa

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Inflasi Kepulauan Riau (Kepri) pada Maret 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri hanya naik 0,08 persen secara bulanan (mtm), turun tajam dari Februari yang mencapai 0,44 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menegaskan tren ini menunjukkan stabilitas harga tetap terjaga di tengah momentum Ramadan dan Idulfitri.

“Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat 3,23 persen (yoy), lebih rendah dibanding Februari sebesar 3,54 persen dan di bawah inflasi nasional 3,48 persen. Kepri pun masuk lima besar provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Tekanan harga secara bulanan muncul di Batam dan Karimun. Batam mencatat inflasi 0,11 persen, sementara Karimun mencapai 0,56 persen. Sebaliknya, Tanjungpinang justru mengalami deflasi 0,37 persen.

Baca juga:Amsakar Apresiasi Polisi Pengungkapan Pencurian ‘Rayap Besi’, Fasilitas Umum

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu utama inflasi dengan kenaikan 0,48 persen dan andil 0,13 persen. Lonjakan harga udang basah, bayam, dan daging ayam ras terjadi seiring meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

Namun, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga di sektor lain. Kelompok perawatan pribadi dan jasa mencatat deflasi 1,12 persen, dipicu turunnya harga emas perhiasan akibat penguatan dolar AS dan pergeseran minat investor.

Sektor transportasi juga mengalami deflasi 0,38 persen. Penurunan tarif angkutan udara dan laut terjadi karena kebijakan diskon transportasi selama periode Lebaran.

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menguatkan koordinasi. Berbagai langkah digelar sepanjang Maret, mulai dari High Level Meeting (HLM), kampanye pengendalian inflasi, edukasi publik, hingga operasi pasar murah serentak di Kepri.

Memasuki April, BI mengingatkan sejumlah risiko. Potensi El Nino hingga semester II 2026, normalisasi tarif transportasi, serta kenaikan harga energi global bisa mendorong inflasi.

Meski begitu, sejumlah faktor diyakini menahan laju harga, seperti stabilisasi harga emas dan pergeseran masa panen komoditas pangan.

BI dan TPID memastikan akan terus memperkuat sinergi. Peningkatan produksi pangan, perluasan pasar murah, serta penguatan kerja sama antar daerah diharapkan mampu menjaga inflasi Kepri tetap terkendali pada target 2,5±1 persen sepanjang 2026.

Baca juga:Amsakar Apresiasi Polisi Pengungkapan Pencurian ‘Rayap Besi’, Fasilitas Umum

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

BP Batam Pasang Box Culvert, Jalan Gajah Mada dan Depan Hotel Vista Ditutup Mulai 18 Oktober
BP Batam Buka Kemitraan Perkuat Pasokan Air, Data Center Wajib Siapkan SWRO
OJK Perbarui Aturan Rencana Bisnis Bank, Perkuat Strategi dan Pengawasan Berbasis Risiko
Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Kawal Pemulihan Air Bersih dan Dunia Usaha
Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Turun Langsung Dampingi Pelaku Usaha
OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset
Waspada Hoaks Pemadaman Listrik di Batam, Diskominfo Imbau Warga Cek Informasi Resmi PLN
Telkom Rampungkan Penataan 24 Anak Usaha, Bidik Valuasi Rp550 Triliun pada 2030

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Buka Kemitraan Perkuat Pasokan Air, Data Center Wajib Siapkan SWRO

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:37 WIB

OJK Perbarui Aturan Rencana Bisnis Bank, Perkuat Strategi dan Pengawasan Berbasis Risiko

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Kawal Pemulihan Air Bersih dan Dunia Usaha

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Turun Langsung Dampingi Pelaku Usaha

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:20 WIB

OJK Dorong Generasi Muda Pahami Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset

Berita Terbaru