MATAPEDIA6.com, BATAM — Kantor Kementerian Agama Kota Batam memperkuat kapasitas dan integritas guru serta tenaga kependidikan Madrasah, PAUDQu, dan MDT se-Kota Batam melalui kegiatan Penguatan SDM di Masjid Al Ghaffar MAN 1 Batam, Rabu (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah serius Kemenag Batam dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Kota Batam menggandeng motivator nasional, Nanang Qosim Yusuf, untuk membakar semangat para peserta sekaligus membangun perspektif kepemimpinan dan pola pikir baru dalam dunia pendidikan modern.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala MAN 1 Batam, para kepala madrasah jenjang RA, MI, MTs, dan MA, pengelola PAUDQu dan MDT, serta guru dan tenaga kependidikan dari berbagai lembaga pendidikan di Kota Batam.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Andika Setiawan, menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kota Batam harus terus meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.
Baca juga:JLC Race Award 2025: JNE Beri Mobil BYD dan Umrah untuk Pelaku UKM Berprestasi
“Melalui kegiatan ini para peserta bisa lebih baik dan mengimplementasikan di lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kota Batam, dengan output yang dihasilkan menjadi pendidik berkualitas dalam melayani peserta didik serta memperkuat mutu pendidikan,” ujarnya.
Dalam sesi motivasi, Nanang Qosim Yusuf atau yang akrab disapa Naqoy menilai antusiasme peserta sangat tinggi untuk berkembang menjadi guru yang inspiratif dan berdampak.

“Saya melihat teman-teman sangat antusias untuk menjadi guru yang hebat. Harapan saya mereka tidak hanya menjadi great people, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif kepada siswa dan orang tua. Kalau bisa menjadi great teacher, kenapa harus cukup menjadi good teacher,” ungkapnya.
Naqoy juga memaparkan konsep transhuman atau human transformation, yakni perubahan pola pikir dan kebiasaan positif agar guru mampu menjadi pribadi di atas rata-rata.
“Guru di atas rata-rata itu pertama mereka menemukan one minute awareness, sehingga mereka memiliki satu alasan kuat dalam berdakwah, mengajar, dan mengabdi. Yang kedua, mereka mempraktikkannya selama 21 hari,” jelasnya.
Ia turut membagikan rumus “3S” sebagai kunci menerapkan hasil pelatihan dalam kehidupan sehari-hari, yakni selalu bahagia tanpa syarat, menjaga sedekah, dan membangun afirmasi positif dengan belajar lebih tenang serta bijaksana dalam bersikap.
Baca juga:Amsakar Teken Juknis SPMB 2026/2027, SPMB Harus Transparan dan Objektif
Kegiatan berlangsung penuh semangat dan diikuti 387 peserta. Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta diskusi interaktif antara narasumber dengan para guru dan tenaga kependidikan yang hadir.
Editor:Zalfirega

















