Lapak Dibongkar Satpol PP, Pedagang di Depan PT Wasco Mengadu ke DPRD Batam

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan pedagang kaki lima dari Tanjunguncang saat berada di Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (21/5/2026).

Belasan pedagang kaki lima dari Tanjunguncang saat berada di Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (21/5/2026).

62 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Belasan pedagang kaki lima yang berjualan di depan PT Wasco, Tanjunguncang, Batuaji, mendatangi Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (21/5/2026).

Para pedagang tersebut mengadukan pembongkaran lapak dagangan oleh petugas Satpol PP Kota Batam yang dinilai menghilangkan sumber penghidupan para pedagang kecil tersebut.

Kedatangan para pedagang itu dilakukan setelah sebelumnya mereka mendatangi Kantor BP Batam. Namun, mereka mengaku belum mendapatkan kepastian terkait nasib tempat usaha mereka.

Salah seorang perwakilan pedagang, Andi, mengatakan para pedagang datang ke DPRD untuk meminta keadilan sekaligus menyampaikan keluhan atas penertiban yang dilakukan terhadap lapak mereka.

“Kami datang untuk mengadu kepada wakil rakyat terkait kondisi yang kami alami. Kami hanya mencari nafkah untuk keluarga,” ujar Andi.

Baca juga: Kios Hendak Dibongkar Paksa Satpol PP, Pedagang Tanjunguncang Cari Keadilan ke DPRD Batam

Ia menjelaskan, persoalan tersebut sebenarnya pernah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Batam pada 2025 lalu. Dalam pertemuan itu, DPRD meminta pihak perusahaan penerima alokasi lahan dari BP Batam agar berkomunikasi terlebih dahulu dengan warga dan pedagang di sekitar lokasi.

Menurut Andi, saat itu juga disampaikan bahwa pedagang yang mendirikan bangunan di dalam area lahan investor diminta pindah. Namun bagi pedagang yang berjualan di area row jalan, masih diperbolehkan selama lahan tersebut belum digunakan pemerintah.

“Faktanya, pedagang yang berada di row jalan tetap ditertibkan dan lapaknya dibongkar,” katanya.

Ia menegaskan, lapak yang digunakan pedagang bukan bangunan permanen, melainkan hanya tenda sederhana yang berdiri di area row jalan dan tidak masuk ke dalam PL milik PT Sigma selaku penerima alokasi lahan dari BP Batam.

Andi juga menyebut Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, sebelumnya sempat turun langsung ke lokasi dan meminta pedagang tetap diperbolehkan berjualan selama lahan belum dimanfaatkan pemerintah.

Baca juga: Pedagang UMKM di Golden Pranw Resah, Aksi Pencurian Sering Terjadi

“Waktu itu Ibu Li Claudia meminta kami menggeser warung agar tidak terlalu dekat dengan jalan dan menjaga kebersihan. Semua arahan itu sudah kami jalankan,” ujar Andi.

Menurutnya, para pedagang bahkan rutin membersihkan area sekitar agar tidak menimbulkan sampah maupun mengganggu pengguna jalan.

Namun, hanya berselang sekitar sepekan setelah kunjungan tersebut, Satpol PP kembali melakukan penertiban dan merobohkan tenda-tenda pedagang.

“Ini yang membuat kami merasa bingung dan akhirnya datang ke DPRD untuk meminta kejelasan dan keadilan. Kami bukan penjahat, kami hanya mencari nafkah,” katanya.

Andi juga menegaskan mayoritas pedagang yang berjualan di lokasi tersebut merupakan warga Batam, bukan pendatang dari luar daerah.

Kedatangan para pedagang diterima Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa.

Dalam pertemuan itu, Mustofa menyampaikan DPRD hanya memiliki fungsi pengawasan dan legislasi, sehingga tidak dapat mengambil keputusan langsung terkait kebijakan penertiban.

“Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait. Untuk keputusan ada di pemerintah dan instansi teknis,” kata Mustofa.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker
Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan
Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas
Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong
Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya
Delapan Fraksi DPRD Batam Dukung Revisi Perda Ketertiban Umum
Cekcok Berujung Perkelahian Berdarah di PJB Sagulung, Polisi Benarkan Korban Dirawat
Pertamina Dampingi Warga Kampung Tua Terih Batam Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Batam, Li Claudia Turun Bagikan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Kapolda Kepri Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Publik dan Keamanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Lapas Batam Over Kapasitas Diisi Hampir 1.241 Warga Binaan, Lebih dari Dua Kali Kapasitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Polisi Sita Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar di Bengkong

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kapolda Kepri Suhendri Lantik Tujuh Pejabat Utama, Ini Daftar Pergantiannya

Berita Terbaru