BAE Bidik 5 Persen Pasar Global MRO Mesin Pesawat, Investasi di Batam Capai Rp1,7 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lion Group resmikan perumahan untuk karyawan di Batam secara simbolis, Rabu (19/8/2026). Foto:Rega/matapedia

Lion Group resmikan perumahan untuk karyawan di Batam secara simbolis, Rabu (19/8/2026). Foto:Rega/matapedia

68 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Batam Aero Engine (BAE) mulai membidik pasar perawatan mesin pesawat global dari Batam. Fasilitas yang berada di kawasan Batam Aero Teknik itu menargetkan menguasai sekitar 5 persen pasar global pada semester II 2026, sekaligus membuka ruang bagi masuknya investor baru ke ekosistem industri penerbangan.

Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan BAE saat ini telah memiliki sertifikasi dari Kementerian Perhubungan serta sejumlah otoritas penerbangan negara lain.

“Di awal berdirinya ini mungkin kita sampai akhir atau semester kedua 2026 nampaknya bisa mengambil 5 persen dari market seluruh dunia,” kata Daniel kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

BAE secara khusus menangani perawatan mesin pesawat dan auxiliary power unit (APU). Layanan tersebut menyasar mesin pesawat yang selama ini harus menjalani perawatan di luar negeri.

Menurut Daniel, keberadaan fasilitas ini membuka peluang untuk menahan devisa di dalam negeri sekaligus mendatangkan devisa dari maskapai asing yang membutuhkan layanan perawatan mesin pesawat.

Saat ini BAE telah memiliki 27 lini perawatan pesawat di dalam hanggar dan mampu menampung hingga 90 pesawat di area luar hanggar.

Baca juga:Kapal MV Ocean Porter Berbendera Tanzania Bawa 2,6 Ton Sabu Cair Dicegat Tim Gabungan di Bengkalis

Pengembangan bisnis juga mulai diarahkan pada pembentukan ekosistem pendukung. Lion Group telah mengajukan tambahan lahan kepada BP Batam untuk membuka ruang bagi pelaku usaha lain serta membangun bengkel komponen pendukung, seperti kabel, sistem pendingin udara, dan peralatan darurat.

“Untuk pelaku usaha-pelaku usaha yang akan berinvestasi di sini juga. Dan juga membangun bengkel-bengkel kecil-kecil,” ujar Daniel.

Investasi Rp1,7 Triliun

Ekspansi BAE menjadi bagian dari investasi kumulatif Batam Aero Teknik yang nilainya mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Daniel mengatakan pengembangan tersebut tidak hanya menyasar jasa perawatan mesin. Batam Aero Teknik juga disiapkan sebagai ekosistem bagi investor yang ingin masuk ke industri komponen penerbangan.

Sejumlah komponen yang ditargetkan dapat diproduksi di Batam antara lain kursi dan kulit kursi pesawat, roda pesawat hingga baling-baling.

“Yang biasanya kita impor, kita sudah enggak perlu impor lagi,” kata Daniel.

Model bisnis tersebut dinilai dapat memperpendek rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan industri penerbangan nasional terhadap komponen dari luar negeri.

Dari sisi waktu pengerjaan, BAE juga mengklaim mampu memangkas turnaround time (TAT) perawatan mesin dari sekitar enam bulan menjadi tiga bulan.

“Yang biasanya enam bulan, ini bisa terjadi tiga bulan,” ujar Daniel.

Saat ini BAE telah mempekerjakan sekitar 160 tenaga kerja. Sementara secara keseluruhan, Batam Aero Teknik telah menyerap lebih dari 5.700 pekerja.

Lion Group memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja di Batam Aero Teknik dapat mencapai 10.000 orang pada 2030 seiring pengembangan bisnis dan bertambahnya pasar.

Perumahan Jadi Bagian dari Strategi Ekspansi

Bos Lion Group Rusdi Kirana bersama Kepala BP Batam tengah, Rabu (19/8/2026). Foto:Rega/matapedia

Pertumbuhan industri tersebut juga diikuti pembangunan hunian bagi pekerja. Lion Group mulai membangun 69 unit rumah tahap awal di kawasan Bagan Piayu, Batam, dari rencana pengembangan kawasan hunian yang dapat menampung hingga 3.000 unit.

Penyediaan hunian dinilai bukan semata fasilitas kesejahteraan karyawan. Bagi industri MRO yang membutuhkan ketelitian tinggi, kedekatan tempat tinggal dengan lokasi kerja menjadi bagian dari efisiensi operasional.

Hunian di Bagan Piayu akan memperpendek perjalanan karyawan menuju fasilitas Batam Aero Teknik di kawasan KEK Batam Aero Teknik. Dengan waktu perjalanan yang lebih singkat, perusahaan berharap tenaga teknis dapat bekerja dalam kondisi lebih prima.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai investasi tersebut berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Menurut Amsakar, pekerja dengan keterampilan khusus dan pendapatan yang memadai akan meningkatkan konsumsi masyarakat. Pembangunan hunian juga ikut menggerakkan sektor properti dan industri pendukung, mulai dari bahan bangunan hingga jasa.

“Multiplier effect ini dari hulu ke hilir. Saya percaya, setiap pergerakan ekonomi itu akan memberikan kontribusi untuk sektor-sektor yang lain,” kata Amsakar.

Pemerintah Kota Batam kata Amsakar juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan investasi Lion Group.

Sementara untuk kebutuhan tambahan lahan, prosesnya mengikuti mekanisme Land Management System (LMS) yang diterapkan BP Batam.

Dengan tambahan fasilitas, investor pendukung, dan target pasar global, pengembangan Batam Aero Teknik diarahkan bukan hanya menjadi pusat perawatan pesawat, tetapi juga membentuk rantai industri penerbangan baru di Batam.

Dalam peresmian itu, dihadiri pejabat Lion Group salah satunya bos Lion Air Rusdi Kirana dan pejabat pemerintah terkait hingga tamu undangan lainnya.

Baca juga:Jarak Pandang Terbatas, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Batam

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

Berita Terkait

Kado Kemerdekaan BI: Kartu Kredit Indonesia Resmi Mengudara, Bebas Biaya QRIS Diperluas
Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026, Serapan Tenaga Kerja Naik 32 Persen
Telkom Tampilkan OCA Berbasis AI untuk Perkuat Layanan Pelanggan di DTI-CX 2026
Kredit BPR/S Kepri Tumbuh 10,74 Persen, OJK Soroti Likuiditas
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum
BEI Resmi Luncurkan 5 ETF Emas Perdana, In Pvestasi Emas Kini Bisa Lewat Bursa
OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:16 WIB

BAE Bidik 5 Persen Pasar Global MRO Mesin Pesawat, Investasi di Batam Capai Rp1,7 Triliun

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Kado Kemerdekaan BI: Kartu Kredit Indonesia Resmi Mengudara, Bebas Biaya QRIS Diperluas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026, Serapan Tenaga Kerja Naik 32 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Telkom Tampilkan OCA Berbasis AI untuk Perkuat Layanan Pelanggan di DTI-CX 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Kredit BPR/S Kepri Tumbuh 10,74 Persen, OJK Soroti Likuiditas

Berita Terbaru