Bukan Membatasi Kritik, Li Claudia Dorong Komunikasi Terbuka dengan Media

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bersama dengan sejumlah media pada Rabu (26/8/2026). Foto:Humas BP Batam

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bersama dengan sejumlah media pada Rabu (26/8/2026). Foto:Humas BP Batam

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan tidak membutuhkan media yang hanya menyajikan pemberitaan positif.

Kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus bahan evaluasi pemerintah.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pemerintah justru membutuhkan media yang kritis dan profesional.

Namun, ia mengingatkan kritik harus lahir dari proses jurnalistik yang kuat, mulai dari verifikasi, konfirmasi, penggunaan data hingga keberimbangan.

“Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat justru lahir dari proses jurnalistik yang kuat—ada verifikasi, ada konfirmasi, ada data, dan ada keberimbangan,” kata Ariastuty, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kritik yang dibangun melalui proses jurnalistik yang baik dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga:BP Batam dan Pemko Tuntaskan 29 Titik Banjir, Li Claudia Chandra Evaluasi Langsung Drainase Kota

Pesan tersebut sejalan dengan langkah Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang mendorong komunikasi lebih terbuka dengan pemimpin redaksi dan insan pers di Batam.

Ariastuty menyebut upaya membangun silaturahmi dengan media bukan untuk mengatur pemberitaan atau membatasi kritik.

Sebaliknya, BP Batam ingin membuka ruang dialog agar pemerintah dan media dapat saling menyampaikan informasi serta memahami persoalan dari sudut pandang masing-masing.

“Ibu Li Claudia ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan media. Silaturahmi ini bukan untuk membatasi ruang kritik, tetapi justru membuka ruang dialog agar pemerintah dan media bisa saling mendengar dan memahami,” ujarnya.

Ia menilai hubungan pemerintah dan media tidak seharusnya hanya terbangun ketika muncul persoalan. Komunikasi perlu berlangsung sejak awal agar media memperoleh informasi yang utuh, sementara pemerintah dapat mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kita ingin hubungan pemerintah dan media tidak hanya bertemu saat ada persoalan. Mari kita bangun komunikasi sejak awal. Pemerintah bisa menjelaskan kebijakan, media bisa menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat. Dari komunikasi seperti itu, banyak hal bisa kita pahami bersama,” kata Tuty.

Karena itu, Ariastuty juga meminta media tidak ragu melakukan konfirmasi ketika menemukan informasi yang belum lengkap atau membutuhkan penjelasan dari BP Batam.

Menurut dia, pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan akses informasi yang memadai bagi media. Di sisi lain, media memiliki peran penting menyampaikan informasi secara akurat kepada publik.

“Ibu Li Claudia menekankan bahwa apabila ada informasi yang belum lengkap, silakan dikonfirmasi kepada pemerintah. Kalau ada data yang perlu dijelaskan, kami siap memberikan penjelasan. Begitu juga kalau ada kritik dari media, tentu menjadi bahan yang kami dengarkan dan evaluasi,” ujarnya.

Ariastuty menegaskan kemitraan dengan media tidak berarti BP Batam mengharapkan pemberitaan yang selalu menguntungkan pemerintah.

“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional. Kalau kritiknya berdasarkan data dan melalui proses verifikasi serta konfirmasi, tentu itu menjadi bagian penting bagi pemerintah untuk berbenah,” tegasnya.

Ia berharap komunikasi yang lebih terbuka antara BP Batam dan media dapat membangun ekosistem pers yang sehat.

Pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, media menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, dan masyarakat memperoleh informasi yang lengkap serta berimbang.

Baca juga:Progres Peningkatan Jalan Gajah Mada Batam Capai 39,19 Persen, BP Batam Dorong Percepatan

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

TNI AL Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal 12 WNA Vietnam di Perbatasan Batam
DPRD Batam Setujui Perda Sampah Baru
Kapolda Kepri Minta SPPG Batam Perketat Pengawasan MBG dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
BP Batam dan Dewan Pers Bahas Profesionalisme Media di Tengah Disrupsi Informasi
Investasi Korea Selatan di Batam Melonjak 4.169 Persen, BP Batam Bidik Peluang Baru di Seoul
Polda Kepri Dampingi Seleksi BLK Batam, 291 Peserta Bersaing untuk 112 Kuota
Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Provokasi yang Merugikan Batam
BP Batam Buka Konsultasi Perizinan OSS, Lebih dari 100 Perusahaan Ikut

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:50 WIB

TNI AL Gagalkan Dugaan Keberangkatan Ilegal 12 WNA Vietnam di Perbatasan Batam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:37 WIB

DPRD Batam Setujui Perda Sampah Baru

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Kapolda Kepri Minta SPPG Batam Perketat Pengawasan MBG dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Investasi Korea Selatan di Batam Melonjak 4.169 Persen, BP Batam Bidik Peluang Baru di Seoul

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Polda Kepri Dampingi Seleksi BLK Batam, 291 Peserta Bersaing untuk 112 Kuota

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, memimpin rapat paripurna tersebut bersama Wakil Ketua I Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda. Wali Kota Batam Amsakar Achmad, jajaran Pemerintah Kota Batam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (21/10/2026). Foto: Istimewa

News

DPRD Batam Setujui Perda Sampah Baru

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:37 WIB