OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026). Foto:OJK Kepri

Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026). Foto:OJK Kepri

61 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BEKASI — Kemudahan transaksi digital membuat anak muda semakin dekat dengan berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat satu hal yang masih perlu diperkuat: kemampuan mengelola uang sejak dini.

OJK mendorong pelajar mulai membangun kebiasaan menabung tanpa menunggu memiliki uang dalam jumlah besar.

Bagi regulator, kebiasaan menyisihkan uang bukan sekadar mengumpulkan saldo, tetapi juga melatih disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.

Pesan itu mengemuka dalam puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026). Lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu,” kata Friderica dilansir dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, masyarakat justru perlu membiasakan diri menyisihkan uang sedikit demi sedikit agar memiliki tabungan untuk kebutuhan masa depan.

OJK tidak ingin budaya menabung berhenti pada kepemilikan rekening. Kebiasaan itu juga berkaitan dengan cara seseorang mengendalikan keuangan dan mengambil keputusan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan kebiasaan menabung dapat membentuk karakter disiplin, sabar, dan mampu mengendalikan diri.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika anak muda menghadapi perkembangan ekonomi dan keuangan digital yang semakin cepat.

Baca juga:OJK Akselerasi Inovasi dan Pengawasan Keuangan Digital lewat Digination Day 2026

Dicky menilai literasi keuangan dapat membantu masyarakat menghindari kebiasaan FOMO (fear of missing out) dan FOPO (fear of other people’s opinions).

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO,” ujar Dicky.

Karena itu, Dicky mengajak masyarakat memaknai menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang bukan sekadar menyisakan uang.

Perbedaan itu terlihat sederhana, tetapi berdampak pada cara seseorang mengatur keuangan.

Dengan menyisihkan uang sejak awal, seseorang memiliki ruang untuk merencanakan kebutuhan, menyiapkan masa depan, membantu orang lain, hingga berkontribusi terhadap perekonomian.

OJK memiliki alasan kuat untuk memperkuat edukasi keuangan di kalangan pelajar.

Secara nasional, tingkat literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Namun, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah angka nasional.

Kondisi itu membuat OJK mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu upayanya melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dalam periode September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru tercatat melalui program tersebut. OJK juga mencatat lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School di 122 ribu sekolah.

OJK juga menggelar berbagai sosialisasi dan edukasi yang menjangkau lebih dari 16 ribu pelajar di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Tahun ini, OJK memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Rakyat. Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera menjadi salah satu sasaran penting dalam perluasan akses dan edukasi keuangan.

OJK menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu pintu masuk untuk menanamkan budaya menabung sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan.

Upaya OJK tidak berhenti pada kampanye menabung. Melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK terus memperluas edukasi keuangan melalui kegiatan langsung maupun digital.

Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK mencatat 3.557 kegiatan edukasi keuangan dengan jangkauan 12,2 juta peserta.

Melalui kolaborasi dalam GENCARKAN, OJK juga mencatat 18.308 kegiatan edukasi langsung yang menjangkau 3,2 juta peserta serta 22.797 kegiatan edukasi digital dengan jangkauan 167,8 juta peserta.

OJK turut menjalankan program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga kini, program tersebut telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.

Sementara itu, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah digunakan 142.613 pengguna. Minisite Sikapi Uangmu juga telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta tayangan.

Dalam puncak HIM dan BLK 2026, OJK turut memberikan KEJAR Award dan Financial Literacy Award.

KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang aktif mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar.

Sementara Financial Literacy Award diberikan kepada pelaku usaha jasa keuangan, pemerintah daerah, duta literasi, dan komunitas yang aktif mendorong peningkatan literasi keuangan.

Sejumlah penerima penghargaan antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Syariah Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., serta sejumlah pemerintah daerah dan satuan pendidikan dari berbagai wilayah Indonesia.

Pada kategori wilayah implementasi KEJAR terbaik, OJK memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah, termasuk Provinsi Sumatera Utara untuk regional Sumatera, DKI Jakarta untuk Jawa-Bali, Kalimantan Barat untuk Kalimantan, Sulawesi Tenggara untuk Sulawesi, serta Maluku untuk regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua.

Bagi OJK, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Apresiasi itu menjadi bagian dari upaya mendorong lebih banyak pihak ikut membangun ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif.

Pada akhirnya, kampanye Hari Indonesia Menabung 2026 membawa pesan sederhana: menabung tidak harus menunggu kaya. Kebiasaan menyisihkan uang justru menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kemandirian finansial.

OJK berharap budaya tersebut semakin mengakar di kalangan generasi muda, bersamaan dengan kemampuan mengelola keuangan dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat.

Baca juga:HUT ke-81 RI, OJK Kepri Dorong Kredit Perbankan Perkuat Investasi dan Kesejahteraan Masyarakat

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

Laris Manis di KKI 2026, UMKM Unggulan Kepri Kantongi Omzet Rp 5,3 Miliar
OJK Akselerasi Inovasi dan Pengawasan Keuangan Digital lewat Digination Day 2026
BATIC 2026 Bahas Autonomous AI dan Penguatan Infrastruktur Digital Asia Pasifik
30,3 Juta Investor Pasar Modal Indonesia, Minat Investasi Terus Tumbuh
Pembiayaan Pindar ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun hingga Juni 2026
BP Batam dan Polri Perkuat Keamanan serta Kepastian Hukum untuk Dukung Investasi di Batam
Bareskrim Tangkap Basri DPO Kasus Narkoba di Kelab Malam Batam yang Buronan ke Malaysia
Tembus Rp38,9 Triliun, Investasi Batam Melonjak 62 Persen di Semester I 2026
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:26 WIB

OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Laris Manis di KKI 2026, UMKM Unggulan Kepri Kantongi Omzet Rp 5,3 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:26 WIB

OJK Akselerasi Inovasi dan Pengawasan Keuangan Digital lewat Digination Day 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:30 WIB

BATIC 2026 Bahas Autonomous AI dan Penguatan Infrastruktur Digital Asia Pasifik

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:06 WIB

30,3 Juta Investor Pasar Modal Indonesia, Minat Investasi Terus Tumbuh

Berita Terbaru