MATAPEDIA6.com, BATAM— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis keluarga memperluas bisnis melalui akses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.
OJK menyiapkan skema business matching untuk mempertemukan UMKM binaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri dengan lembaga jasa keuangan.
Langkah ini menjadi bagian dari kolaborasi OJK dan BKKBN untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong UMKM naik kelas.
Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya menyampaikan usaha produktif yang tumbuh dari lingkungan keluarga memiliki peluang besar untuk berkembang jika pelaku usaha memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
“OJK melihat potensi besar pada usaha binaan BKKBN yang dikembangkan oleh keluarga di Kepulauan Riau. Ke depan, kami mendorong pelaksanaan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM binaan dengan lembaga jasa keuangan sehingga mereka dapat memperoleh akses pembiayaan yang aman, sesuai kebutuhan, dan terjangkau untuk mendukung pengembangan usaha,” ujar Sinar saat bertemu Kepala BKKBN Kepri Victor Palimbong di Kantor OJK Kepri, Kamis (3/9/2026).
Upaya tersebut sejalan dengan tingkat literasi keuangan masyarakat Kepri yang tergolong tinggi. Berdasarkan survei terkini, indeks literasi keuangan Kepri mencapai 78,29 persen.
Angka itu menempatkan Kepri di posisi keempat tertinggi secara nasional dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.
Baca juga:Sidang Kasus Liquid Vape di PN Batam, Terdakwa Zainuri Disebut Beli 100 Unit
Capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat edukasi sekaligus mendorong masyarakat menggunakan produk dan layanan keuangan secara lebih bijak, termasuk saat mencari pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
OJK dan BKKBN juga memperkuat edukasi keuangan keluarga. Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga menyerahkan secara simbolis buku edukasi “Perencanaan Keuangan Keluarga” sebagai panduan bagi masyarakat dalam mengatur pendapatan, kebutuhan, tabungan, investasi, hingga persiapan menghadapi kondisi darurat.
BKKBN Kepri menyatakan siap memperluas kolaborasi dengan OJK untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai perencanaan keuangan.
Perencanaan tersebut penting karena ketahanan ekonomi rumah tangga tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan keluarga mengelolanya.
OJK mendorong keluarga memiliki dana darurat yang idealnya mencukupi kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan.
OJK juga mengingatkan masyarakat menerapkan empat prinsip dalam mengelola keuangan, yakni mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyisihkan penghasilan untuk tabungan atau investasi sejak awal, mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan, serta mengatur anggaran secara proporsional.
Salah satu formula yang dapat digunakan membagi pendapatan menjadi 10 persen untuk dana sosial, 20 persen untuk tabungan dan investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan utang, serta 40 persen untuk biaya hidup.
Selain itu, masyarakat perlu memastikan lembaga jasa keuangan yang digunakan telah mengantongi izin dan berada dalam pengawasan OJK.
Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh layanan keuangan yang aman, termasuk ketika mengakses pembiayaan untuk kegiatan produktif.
Sinar menilai penguatan ekonomi keluarga dan pengembangan UMKM harus berjalan beriringan.
“Ketahanan ekonomi daerah dibangun dari keluarga yang mampu mengelola keuangannya secara sehat. Ketika keluarga mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, memiliki perencanaan keuangan, serta mengembangkan usaha secara produktif, maka ketahanan ekonomi keluarga dan pertumbuhan UMKM dapat semakin kuat,” ujar Sinar.
Dalam kesempatan itu, BKKBN Kepri juga memberikan piagam penghargaan kepada OJK Kepri sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen dalam pelaksanaan edukasi keuangan bagi masyarakat.
Baca juga:Amsakar Dorong Kerja Sama Batam-Singapura Diperkuat, Fokus Ekonomi dan Investasi
Editor:Zalfirega











