MATAPEDIA6.com, BATAM — Sebanyak 298 siswa madrasah di Batam tengah bertarung memperebutkan tiket menuju Olimpiade Madrasah (OMI) 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Mereka membawa ambisi yang sama: menjadi yang terbaik dan melangkah ke kompetisi di level lebih tinggi.
Kompetisi tingkat Kota Batam ini berlangsung selama tiga hari, 7-9 September 2026. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar perlombaan tersebut di tiga madrasah, yakni MIN 1 Batam, MTsN 1 Batam, dan MAN 2 Batam.
Peserta datang dari tiga jenjang pendidikan, mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Mereka bersaing menunjukkan kemampuan akademik sekaligus merebut kesempatan mewakili Batam di tingkat provinsi.
Khusus jenjang MA, persaingan berlangsung di enam bidang sains. Peserta diuji melalui mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Geografi.
Hari pertama pelaksanaan di MAN 2 Batam berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap kondusif. Para siswa mengikuti tahapan perlombaan dengan serius, sementara panitia memastikan fasilitas dan pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai ketentuan.
Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag, H. Zulkarnain Umar, bersama Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Batam Andika Setiawan, S.H., M.H., turut meninjau langsung pelaksanaan OMI 2026 di MAN 2 Batam.
Baca juga:Kemenag Batam Gandeng Dinas Koperasi, Koperasi Madrasah
Dalam kunjungan tersebut, Zulkarnain didampingi Andika Setiawan dan Kepala MAN 2 Batam, Eka Nopriyandri. Mereka mengecek kesiapan fasilitas sekaligus memastikan peserta dapat mengikuti kompetisi dengan nyaman.
Zulkarnain mengapresiasi kesiapan Kemenag Kota Batam dan MAN 2 Batam dalam menggelar ajang tersebut.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag Kota Batam serta MAN 2 Batam atas kesiapan dan pelayanan yang optimal. Hal ini memastikan para peserta dapat mengikuti rangkaian Olimpiade Madrasah dengan nyaman dan maksimal,” kata Zulkarnain dikutip, Rabu (9/9/2026).
OMI 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan akademik. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi Kemenag untuk menemukan siswa madrasah dengan potensi terbaik di bidang sains.
Para siswa yang keluar sebagai yang terbaik nantinya berpeluang membawa nama Batam ke tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
Dari sana, persaingan kembali berlanjut untuk mengejar panggung kompetisi yang lebih tinggi hingga tingkat nasional.
Baca juga:Kemenag Batam Buka PMB Madrasah 2026, Ini Tiga Jalur Pendaftarannya
Editor:Zalfirega











