MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam menyiapkan anggaran Rp4,8 triliun untuk 2027. Wali Kota Batam Amsakar Achmad ingin angka tersebut tidak berhenti sebagai postur anggaran, tetapi berubah menjadi program yang langsung dirasakan masyarakat.
Arah itu terlihat dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kota Batam 2027 yang disampaikan Amsakar dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (7/9/2026).
Dalam rancangan tersebut, belanja daerah mencapai Rp4,859 triliun, sedangkan pendapatan daerah diproyeksikan Rp4,743 triliun. Pemerintah juga menyiapkan belanja modal sekitar Rp1,158 triliun.
Amsakar menempatkan kebutuhan warga sebagai pijakan utama dalam penggunaan anggaran. Pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, penguatan ekonomi masyarakat, penanganan banjir dan sampah, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan infrastruktur masuk dalam prioritas.
Salah satu program yang disiapkan ialah subsidi bunga pinjaman 0 persen bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP Batam.
Pemko Batam juga merancang bantuan sosial bagi lanjut usia serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Sasarannya antara lain pengemudi transportasi daring, nelayan, petani dan pengemudi boat pancung.
Di sisi lain, pemerintah mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan ekonominya melalui pelatihan tenaga kerja, peningkatan kapasitas pelaku UMK serta fasilitasi perizinan UMKM yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Banjir dan sampah masuk prioritas
Persoalan yang setiap hari bersentuhan dengan warga juga mendapat porsi dalam APBD 2027.
Pemko Batam merencanakan pembangunan drainase di sejumlah titik rawan banjir, antara lain Puri Loka, Senawangi Asri, Jalan Tengku Sulung, Graha Nusa, Kavling Baru, Putra Jaya, Rumah Pompa Bengkong dan Tiban Centre.
Sektor persampahan juga mendapat penguatan. Pemerintah menyiapkan pengadaan armroll truck, bin container dan kendaraan pick up, pembangunan lanjutan landfill TPA serta dua lokasi TPS 3R.
Pengangkutan sampah melalui pihak ketiga juga dirancang menjangkau sembilan kecamatan.
Baca juga:Cegah Macet seperti Jakarta, Dishub Batam Perluas BRT, DPRD Kawal
Sementara untuk wilayah hinterland, Pemko Batam memasukkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Galang dalam daftar prioritas.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengukur pembangunan dari jalan dan gedung. Pelayanan dasar, lingkungan dan kebutuhan sehari-hari warga menjadi bagian penting dari arah anggaran 2027.
Pendidikan dan kesehatan diperkuat
Pemko Batam juga mengalokasikan perhatian pada pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah merancang beasiswa atau bantuan pendidikan bagi siswa tidak mampu di SD dan SMP swasta. Bantuan seragam bagi peserta didik baru di sekolah negeri dan swasta serta beasiswa mahasiswa juga masuk dalam rancangan program.
Beasiswa mahasiswa juga menyasar penerima undangan pada tujuh perguruan tinggi negeri, mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu serta mahasiswa hinterland berprestasi untuk jurusan tertentu.
Di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan pemenuhan Universal Health Coverage (UHC) sekaligus meningkatkan sarana dan prasarana puskesmas serta RSUD Embung Fatimah.
Rp527 miliar untuk jalan, jaringan dan irigasi
Pembangunan fisik tetap menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan Batam.
Sejumlah ruas jalan masuk dalam rencana pembangunan dan peningkatan, mulai dari Jalan Bumi Perkemahan-Simpang Teluk Lengung, Simpang Tiban Princes atau Jalan Gajah Mada-Jalan Diponegoro tahap pertama, Jalan Kampung Air, Simpang Dutamas-Simpang Helm, Lintas Kibing, Simpang Orchid, Simpang Kara hingga Tiban Utara.
Pemko Batam juga merencanakan peningkatan Jalan Simpang Gelael-Simpang Franky serta Jalan Cikitsu-SMA 3 lanjutan hingga Jalan Hang Nadim.
Pembangunan Jembatan Golden Prawn Bengkong, kantor lurah Sukajadi dan Tiban Lama serta revitalisasi sejumlah kantor turut masuk dalam rancangan.
Dari belanja modal Rp1,158 triliun, alokasi terbesar mengarah pada jalan, jaringan dan irigasi dengan nilai Rp527,6 miliar. Anggaran gedung dan bangunan mencapai sekitar Rp419,2 miliar, sedangkan peralatan dan mesin sekitar Rp185,5 miliar.
PAD ditargetkan tembus Rp3 triliun
Besarnya program pembangunan juga menuntut kemampuan Pemko Batam mengumpulkan pendapatan sendiri.
PAD Batam pada 2027 ditargetkan mencapai Rp3,021 triliun. Pajak daerah menjadi sumber terbesar dengan target Rp2,429 triliun, sementara retribusi daerah diproyeksikan sekitar Rp346 miliar.
Pendapatan transfer diproyeksikan Rp1,722 triliun.
Dari sisi belanja, belanja operasi dirancang sekitar Rp3,681 triliun dan belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar.
Rancangan APBD tersebut masih akan dibahas bersama DPRD Kota Batam. Amsakar membuka ruang penyempurnaan selama tetap sesuai aturan, kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan masyarakat.
“Pemko Batam terbuka menyempurnakan Ranperda APBD sesuai aturan, kemampuan keuangan daerah, prioritas pembangunan, dan kebutuhan masyarakat,” kata Amsakar.
Bagi Amsakar, ukuran keberhasilan APBD 2027 bukan hanya seberapa besar anggaran yang terserap. Pemerintah ingin manfaat anggaran itu terlihat dalam kehidupan warga—dari jalan yang lebih baik, banjir yang berkurang, sampah yang tertangani, akses pendidikan dan kesehatan yang semakin terbuka hingga ekonomi masyarakat yang semakin kuat.
Baca juga:Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Lion Group Batalkan Sejumlah Rute hingga Sore
Editor:Zalfirega











