Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro saat berbincang bareng media, Selasa (15/9/2026). Foto:Rega/matapedia

Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro saat berbincang bareng media, Selasa (15/9/2026). Foto:Rega/matapedia

56 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM —Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 tak sekadar menjadi etalase produk UMKM dan ekonomi kreatif Kepri. Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau mendorong ajang ini menjadi ruang temu bisnis yang memperluas pasar, membuka akses pembiayaan, sekaligus menggerakkan transaksi pelaku usaha lokal.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto Purubaskoro mengatakan GMP 2026 menjadi bagian dari upaya BI mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri yang kuat dan inklusif.

“Potensi warisan Melayu dapat dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi melalui UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, fesyen, pariwisata hingga digitalisasi,” ujar Rony, Rabu (16/9/2026).

Digelar pada 14–20 September 2026 di K-Square Mall Batam, GMP 2026 membawa tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Baca juga:Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

BI Kepri mengemas warisan budaya Melayu sebagai bagian dari kekuatan ekonomi melalui UMKM, kuliner, fesyen, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga transaksi digital.

Dorongan itu datang di tengah geliat ekonomi Kepri yang masih tumbuh kuat. Ekonomi Kepri pada kuartal II 2026 tumbuh 6,99 persen secara tahunan, sementara kredit UMKM hingga Juli 2026 tumbuh 10,05 persen secara tahunan.

“Angka tersebut menunjukkan ruang pengembangan pasar UMKM masih terbuka, terutama melalui penguatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan,” ujarnya.

BI Kepri juga melihat transaksi digital sebagai salah satu pintu masuk memperluas jangkauan UMKM. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS di Kepri mencapai 87,62 juta transaksi dengan nilai Rp9,94 triliun.

“Sebanyak 95,83 persen dari 483.299 merchant QRIS di daerah ini merupakan UMKM,” sebut Rony.

Melalui GMP 2026, BI mempertemukan UMKM dengan pelaku industri, perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Expo, business matching, fashion show, workshop, festival kuliner, hingga berbagai kegiatan pendukung menjadi bagian dari upaya membawa produk lokal dari ruang pamer menuju pasar yang lebih luas.

 

Baca juga:Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
BP Batam Tawarkan Proyek Sampah Jadi Energi ke Perusahaan Jepang
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Amsakar Dorong Kerja Sama Batam-Singapura Diperkuat, Fokus Ekonomi dan Investasi

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Jumat, 11 September 2026 - 16:33 WIB

STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Selasa, 8 September 2026 - 05:31 WIB

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center

Berita Terbaru