MATAPEDIA6.com, BATAM — Persoalan air bersih yang berlarut membuat warga Kampung Tua Dapur 12, RT 02/RW 09, Kecamatan Sagulung, Batam, mendatangi Kantor Cabang Air Batam Hilir (ABH) Batuaji, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Belasan warga datang sebagai perwakilan untuk meminta kejelasan kepada pengelola air terkait pasokan yang tidak lagi mengalir normal ke permukiman mereka.
Warga menyebut persoalan tersebut bukan baru terjadi dalam hitungan hari. Aliran air mulai bermasalah sekitar satu tahun terakhir. Dalam enam bulan belakangan, warga bahkan mengaku tidak lagi mendapatkan aliran air sama sekali selama 24 jam.
Nurhamidah atau Cik Midah, salah satu perwakilan warga, mengatakan kurang dari 100 kepala keluarga di RT 02/RW 09 terdampak kondisi tersebut.
Menurut dia, warga memilih mendatangi kantor ABH terlebih dahulu untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta penjelasan mengenai penyebab terganggunya pasokan air.
“Hari ini kami datang perwakilan saja. Kalau tidak ada solusi, nanti kami akan turunkan semua warga dan langsung ke Batam Centre,” ujar Cik Midah.
Ia menegaskan, kedatangan warga bukan untuk melakukan demonstrasi. Mereka ingin menyampaikan persoalan secara langsung kepada pihak pengelola sebelum mengambil langkah selanjutnya.
“Kami datang bukan demo. Istilahnya kami melaporkan dulu kepada mereka. Tapi kalau tidak ada tanggapan, baru kami akan bergerak,” katanya.
Cik Midah mengatakan warga sudah cukup lama menunggu kepastian. Menurutnya, persoalan air tersebut mulai mengganggu kebutuhan sehari-hari warga karena sebagian besar keluarga membutuhkan pasokan air untuk aktivitas rumah tangga.
Baca juga:Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam
“Ini bukan berapa hari lagi, bang. Ini sudah bertahun. Tapi yang tidak hidup sama sekali itu sudah mau enam bulan, bahkan sudah mau setahun,” tuturnya.
Warga: Kami Hanya Ingin Air Kembali Mengalir
Bagi warga, persoalan utama bukan sekadar kapan air kembali mengalir, tetapi kepastian mengenai penyebab gangguan dan langkah yang akan dilakukan pengelola.
Cik Midah berharap kedatangan mereka mendapat respons dan solusi konkret sehingga warga tidak perlu mengumpulkan seluruh masyarakat untuk kembali menyampaikan persoalan tersebut.
“Harapan kami ada solusi. Kami datang baik-baik, kami sampaikan keluhan kami. Jangan sampai warga harus turun semua baru ada tanggapan,” ujarnya.
Warga berharap pihak ABH memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi jaringan air di kawasan permukiman mereka, termasuk langkah penanganan yang dapat dilakukan agar kebutuhan air bersih kembali terpenuhi.
Sementara itu, PT Air Batam Hilir Tanggapi Keluhan Warga Sagulung dan Batu Aji, Perbaikan Jaringan Terus Dilakukan
PT Air Batam Hilir (ABH) memahami keluhan warga di wilayah Sagulung dan sekitarnya, termasuk Batu Aji, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan mendapatkan aliran air minum ke rumah pelanggan.
ABH menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian dan saat ini tim terus melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan serta memperbaiki pelayanan kepada pelanggan SPAM Batam.
“Kami memahami kondisi dan kesulitan yang dirasakan masyarakat.
Keluhan ini menjadi perhatian kami dan terus kami tindak lanjuti bersama pihak terkait.
Saat ini sejumlah pekerjaan memang sedang dilakukan untuk memperbaiki
dan menata kembali sistem pelayanan air minum,” ujar perwakilan PT Air Batam Hilir Ginda Alamsyah.
Gangguan aliran yang dirasakan di sejumlah wilayah Sagulung dan Batu Aji dalam beberapa waktu terakhir berkaitan dengan beberapa pekerjaan dan kendala pada sistem SPAM Batam.
Di antaranya pekerjaan perbaikan jaringan pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Simpang Beringin, depan Panbil, gangguan aliran listrik PLN di IPAM Duriangkang, serta pekerjaan perbaikan jaringan di kawasan depan IPAM Piayu hingga Sei Beduk.
Selain pekerjaan tersebut, saat ini juga dilakukan penataan kembali pola suplai dan jaringan perpipaan.
Penataan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan dan menyeimbangkan distribusi air ke pelanggan,
khususnya di wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian dalam hal durasi dan kestabilan suplai.
“Rangkaian pekerjaan tersebut memang berdampak terhadap pola aliran di beberapa wilayah, termasuk Sagulung dan sekitarnya.
Karena itu, kami terus melakukan penanganan mulai dari sisi instalasi pengolahan air hingga jaringan perpipaan agar aliran dapat kembali pulih secara bertahap,” jelasnya.
ABH menyadari bahwa proses perbaikan dan penataan sistem membutuhkan waktu, terutama karena pekerjaan harus dilakukan secara bertahap agar kondisi jaringan dapat kembali stabil dan pelayanan dapat ditingkatkan.
Di tengah proses tersebut, ABH juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang mengalami kondisi mendesak. Untuk pelanggan yang terdampak dan membutuhkan pasokan air dalam kondisi urgent, bantuan distribusi air menggunakan mobil tangki akan dilakukan sebagai langkah sementara.
ABH mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan air secara bijak selama proses pemulihan berlangsung.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan air tangki dapat menyampaikan permintaan melalui kanal layanan resmi agar dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Kami mohon pengertian masyarakat selama proses penanganan berlangsung.
Upaya yang dilakukan saat ini bukan hanya untuk memulihkan aliran, tetapi juga sebagai bagian dari perbaikan pelayanan agar distribusi air ke pelanggan ke depan dapat semakin baik,” tutupnya.
Baca juga:Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan
Editor:Zalfirega











