MATAPEDIA6.com, BATAM — Bau menyengat yang tercium sejak pagi membuat warga menelusuri sebuah kamar kos di Perumahan Puri Agung 4, Blok F1 Nomor 10, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Selasa (27/10/2026).
Saat pintu kamar terbuka, warga menemukan seorang perempuan berusia 24 tahun bernama Sunarti Adian tergeletak bersimbah darah.
Sunarti, yang bekerja di PT Infineon, ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Polisi juga menemukan sejumlah ceceran darah di sekitar tubuh korban. Hingga kini, penyebab kematian perempuan tersebut masih menjadi penyelidikan polisi.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 06.05 WIB. Dua warga yang baru pulang dari kebun mencium bau tidak sedap di sekitar rumah mereka.
Awalnya, mereka mengira aroma tersebut berasal dari dalam rumah. Namun, setelah mematikan pendingin ruangan atau AC, bau menyengat itu justru semakin terasa.
Sekitar pukul 09.00 WIB, keduanya kembali mencium aroma serupa saat hendak keluar rumah. Mereka kemudian menelusuri sumber bau hingga mengarah ke kamar kos korban.
Kedua warga itu mengetuk pintu kamar beberapa kali, tetapi tidak mendapat jawaban. Mereka lalu meminta seorang warga lain untuk menyaksikan saat pintu kamar dibuka.
Begitu pintu terbuka, mereka melihat bercak darah di bagian belakang pintu. Di dalam kamar, korban ditemukan bersimbah darah. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada polisi.
Personel Polsek Sungai Beduk tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Tim Inafis Polresta Barelang kemudian melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti.
Baca juga:Brimob Polda Kepri BKO PT Sambu dan Polsek Kateman Gagalkan Peredaran 2 Kg Sabu di Indragiri Hilir
Kapolsek Sungai Beduk, Iptu Ady Satrio Gustian, mengatakan polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Penyidik masih menunggu pihak keluarga untuk membahas izin autopsi.
“Untuk saat ini belum bisa disimpulkan. Korban ditemukan bersimbah darah, ada ceceran darah dan luka di tubuh korban. Kita tunggu pihak keluarga untuk meminta izin autopsi,” ujar Ady.
Dalam pemeriksaan awal, polisi juga menemukan bercak darah di sekitar korban yang diduga telah disiram tepung. Selain itu, telepon seluler merek iPhone milik korban tidak ditemukan di lokasi. Nomor telepon yang tercatat milik korban juga dilaporkan tidak aktif.
Polisi masih mendalami temuan tersebut untuk mengetahui apakah ada kaitannya dengan kematian korban. Namun, belum ada kesimpulan mengenai dugaan tindak pidana maupun pihak yang mungkin terlibat.
Berdasarkan keterangan saksi, warga terakhir kali melihat Sunarti bersama seseorang saat pergi ke pasar pada Minggu (25/10) pagi. Sehari kemudian, Senin (26/10) pagi, korban sudah tidak dapat dihubungi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas mengevakuasi jenazah Sunarti ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi kini mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan autopsi, diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian Sunarti.
Baca juga:Pertamina Gandeng Ombudsman Sumut, Kawal Distribusi Energi untuk Masyarakat dan Dunia Usaha
Editor:Zalfirega











