MATAPEDIA6.com, BATAM— Sepriani Wirda Nengsih baru beberapa minggu merantau ke Batam untuk mengejar masa depan. Namun, perjalanan mahasiswi Politeknik Negeri Padang itu berakhir tragis setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak mobil Hyundai Santa Fe dari belakang hingga ia terseret sekitar 30 meter.
Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 17.07 WIB. Sepriani meninggal dunia setelah mendapat penanganan di rumah sakit, sedangkan pengendara motor berinisial RGW mengalami luka berat.
Di balik peristiwa tersebut, tersimpan cerita tentang perjuangan Sepriani meninggalkan kampung halaman demi masa depan.
Dalam unggahan Facebook pada 20 September 2026, ia mengungkapkan kerinduannya kepada keluarga setelah merantau ke Batam untuk urusan magang.
“Baru 3 minggu berlalu, tapi rasanya rindu ini sudah mulai membuncah. Membuka kembali foto di galeri saat momen keberangkatan kemarin menuju Batam untuk urusan magang,” tulis Sepriani.
Ia juga menyebut keputusan merantau sebagai langkah besar dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya, ia memilih meninggalkan zona nyaman dan pergi ke luar kota demi meraih masa depan yang diimpikannya.
“Ini adalah kali pertama dalam hidup aku benar-benar nekat melangkah keluar dari zona nyaman dan memilih merantau ke luar kota demi masa depan,” tulisnya.
Baca juga:Rapat Paripurna DPRD Batam Molor Sejam, Ini Penjelasan Kamaluddin
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi Hyundai Santa Fe berwarna hitam bernomor polisi BP 1618 IJ, berinisial WA, tidak fokus saat berkendara.
Menurut keterangan kepolisian, WA hendak mengambil telepon genggam yang berada di dasbor mobil sebelum menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BM 3972 ABZ dari belakang.
“Pengemudi hendak mengambil handphone miliknya yang berada di dasbor mobil sehingga tidak fokus dan menabrak sepeda motor Honda Beat dari arah belakang,” kata Afiditya kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Kecelakaan bermula ketika Honda Beat yang dikendarai RGW dengan Sepriani sebagai penumpang keluar dari kawasan konstruksi PT Puri Global Sukses. Keduanya hendak menuju tempat kos.
Saat sepeda motor memasuki jalan utama pada lajur pertama, Hyundai Santa Fe yang melaju dari arah Bundaran Pasir Putih menuju Bundaran Ocarina menabrak kendaraan tersebut dari belakang.
Benturan keras membuat kedua korban terlindas dan terseret hingga sekitar 30 meter. Sepriani meninggal dunia, sementara RGW mengalami luka berat.
Polisi telah mengamankan WA untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat, dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2 juta.
Unggahan Sepriani tentang kerinduan kepada kampung halaman kini menjadi bagian dari kisah singkat perantauannya di Batam.
Ia datang dengan harapan menata masa depan melalui pengalaman magang, tetapi kecelakaan di jalan raya merenggut nyawanya.
Baca juga:Satlantas Polresta Barelang Sita Motor Berknalpot Brong, Langkah Tekan Balap Liar di Batam
Editor:Zalfirega











