MATAPEDIA6.com, BATAM – BP Batam mulai mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat sistem keamanan dan pengelolaan risiko di kawasan pelabuhan Batam.
Hal itu terungkap saat Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menerima kunjungan Kepala Staf Komando Armada (Kaskoarmada) I Tanjungpinang, Arif Badrudin, pada Jumat (12/6/2026).
Selain mempererat hubungan antarlembaga, pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis sektor maritim. Mulai dari keamanan pelabuhan, penguatan manajemen risiko, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan daya saing pelabuhan Batam yang berada di jalur pelayaran internasional.
Ariastuty mengatakan, pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam melakukan transformasi pengelolaan risiko di kawasan pelabuhan dan perairan Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Baca juga:Nobar Piala Dunia 2026 di Polda Kepri Berlangsung Meriah, Korea Selatan Menang Comeback atas Ceko
Menurutnya, teknologi AI dapat membantu meningkatkan kemampuan analisis risiko secara real-time. Teknologi tersebut dinilai mampu mendeteksi potensi ancaman keamanan, memantau kepadatan lalu lintas kapal, mengidentifikasi aktivitas ilegal di laut, hingga memprediksi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu operasional pelabuhan.
“Batam memiliki posisi yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia. Penerapan teknologi, penguatan manajemen risiko, dan kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan kawasan sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan Batam di tingkat global,” kata Ariastuty.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas penerapan standar keamanan internasional, termasuk kepatuhan terhadap International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan dunia internasional terhadap pelabuhan-pelabuhan di Batam.
Tak hanya itu, diskusi turut menyoroti pengelolaan risiko operasional pelabuhan. Beberapa isu yang dibahas antara lain mitigasi kemacetan logistik, keselamatan pelayaran di jalur pelayaran padat, hingga penguatan sistem keamanan siber guna melindungi data strategis sektor maritim.
Ariastuty berharap, pertemuan tersebut menjadi awal penguatan sinergi antara BP Batam dan Koarmada I dalam mengembangkan ekosistem maritim yang modern dan berdaya saing.
“Pertemuan ini kami harapkan menjadi langkah awal untuk memaksimalkan pengelolaan pelabuhan sebagai salah satu bagian penting sektor maritim Batam. Melalui kolaborasi yang baik, BP Batam dan Koarmada I dapat bersama-sama mendukung kemajuan ekosistem maritim yang modern,” ujarnya.
Pertemuan itu juga dihadiri Komandan Detasemen Markas Koarmada I, Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Direktur Rumah Sakit BP Batam, Tenaga Ahli Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, serta jajaran Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan.
Baca juga:Pertamina Perkuat Kesiapsiagaan Darurat di SPBU Aceh Besar Lewat Simulasi Kebakaran
Editor:Zalfirega
















