Dinsos Batam Rawat Pria Telantar hingga Sembuh, Pemko Tanggung Biaya Kepulangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Zulkifli Aman. Foto:Zalfirega/matapedia

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Zulkifli Aman. Foto:Zalfirega/matapedia

65 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam memastikan tidak akan melepas begitu saja Wahyudi, pria telantar yang ditemukan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam kondisi sakit di kawasan Cikitsu, Batam Center beberapa hari lalu.

Setelah mengevakuasi dan membawanya ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, pemerintah berkomitmen mendampingi proses pengobatan hingga tuntas, bahkan menanggung biaya kepulangannya ke kampung halaman.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Zulkifli Aman, mengatakan tim medis RSBP masih mendalami penyakit yang diderita Wahyudi. Dugaan awal mengarah pada kusta, namun kepastian diagnosis masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.

“Sekarang sudah ditangani di RSBP. Nanti tim kesehatan akan memastikan apakah benar kusta atau penyakit lain. Kami akan menangani Pak Wahyudi sampai selesai,” kata Zulkifli kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Karena diduga mengidap penyakit menular, Wahyudi untuk sementara menjalani perawatan di ruang terpisah sambil menunggu hasil pemeriksaan medis. Menurut Zulkifli, seluruh langkah penanganan akan mengikuti rekomendasi dokter.

“Kalau memang harus diisolasi dalam satu ruangan selama beberapa waktu, tentu kami ikuti sesuai arahan tim medis,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan, biaya pengobatan tidak menjadi kendala karena Wahyudi masih terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan melalui program Pemerintah Kota Batam. Dari hasil penelusuran, Wahyudi merupakan pemegang KTP Batam dan telah lama tinggal di kota itu.

Ia menduga kondisi ekonomi yang sulit serta minimnya dukungan keluarga membuat Wahyudi hidup terlantar hingga akhirnya ditemukan warga dalam keadaan sakit.

Kasus Wahyudi bermula pada Minggu (27/7), saat Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghubungi Zulkifli dan meminta Dinsos PM segera mengevakuasi seorang pria telantar yang membutuhkan pertolongan.

“Pak Wali menelepon saya dan meminta orang telantar yang sedang sakit itu segera dijemput, dirawat, serta dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Hari itu juga langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Baca juga:PN Batam Resmikan Gedung Arsip dan Musala Baitus Shalihin, Perkuat Pelayanan Pencari Keadilan

Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos PM langsung menuju lokasi menggunakan ambulans. Selama proses evakuasi, petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) karena pasien diduga mengidap kusta.

Setiba di RSBP Batam, tim medis langsung melakukan pemeriksaan. Dinsos PM juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk menelusuri identitas Wahyudi setelah diketahui kartu identitasnya hilang.

Hasil penelusuran menunjukkan Wahyudi merupakan warga Batam. Meski sakit, ia masih bisa berkomunikasi dan mengaku memiliki keluarga di Tembilahan, Provinsi Riau.

Zulkifli menggambarkan kondisi Wahyudi saat pertama kali ditemukan cukup memprihatinkan.

“Dua jarinya sudah putus, kedua kakinya bengkak, dan kulitnya mengelupas. Karena itu kami akan menangani hingga sembuh,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSBP Batam, Muhammad Yanto, mengatakan tim dokter belum menetapkan diagnosis akhir karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kulit.

“Kondisi pasien saat ini menunjukkan perkembangan yang baik dibandingkan saat pertama kali datang ke rumah sakit. Kami tetap memantau secara intensif,” kata Yanto.

Setelah kondisi Wahyudi membaik dan dokter memastikan penyakitnya tidak lagi menular, Pemerintah Kota Batam akan memfasilitasi kepulangannya ke kampung halaman.

“Kami baru akan memulangkan setelah kondisinya benar-benar membaik, paling tidak sekitar 85 sampai 90 persen pulih dan dipastikan tidak menular. Biaya tiket dan uang saku selama perjalanan akan ditanggung Pemerintah Kota Batam,” ujar Zulkifli.

Ia menambahkan, Dinsos PM juga akan berkoordinasi dengan keluarga agar Wahyudi dapat dijemput setibanya di daerah asal.

 

Baca juga:OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam
Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka
Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti
Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi
Polisi Usut Bentrokan Konflik Lahan di Batam, 6 Orang Diamankan
Nasib Ribuan Pekerja Ghim Li di Ujung Tanduk, Disnaker Minta Hak Dibayar Dulu
PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Teknologi Jadi Andalan Perkuat Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:11 WIB

Lokakarya Fesmed Selat Malaka Bahas Modus dan Eksploitasi dalam TPPO di Batam

Rabu, 16 September 2026 - 21:57 WIB

Ribuan Pekerja PT Ghim Li Indonesia Hadapi Ketidakpastian, Pemko Batam Turun Tangan

Rabu, 16 September 2026 - 10:26 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrokan Setokok, 2 Orang Tewas dan 7 Luka

Selasa, 15 September 2026 - 13:30 WIB

Dari Karo SDM hingga Kapolres, 6 Jabatan di Polda Kepri Berganti

Selasa, 15 September 2026 - 08:22 WIB

Ketua Umum PK NTT Sebut Bentrok Setokok Bukan Konflik Suku, Minta Warga Tak Terprovokasi

Berita Terbaru