MATAPEDIA6.com, BATAM – Tidak mau berterus terang dan banyak kesaksian tidak sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Romo Pascal desak Jaksa Penuntut Umum (JPU) tindaklanjuti dugaan kesaksian palsu yang disampaikan oleh saksi Roslina dalam persidangan kasus dugaan penganiayaan asisten rumah tangga (ART) bernama Intan.
Roslina yang diketahui sebagai majikan korban dihadirkan sebagai saksi dalam persidanga Merliati, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan ART di Batam.
Sidang yang digelar pada Senin (10/11/2025) memunculkan perdebatan tajam usai keterangan Roslina dinilai bertolak belakang dengan bukti video penyiksaan yang sudah beredar luas.
“Kita semua sudah lihat videonya, jelas sekali ada tindakan kekerasan terhadap korban. Tapi di persidangan, Roslina tetap tidak mengakui perbuatannya,” tegas Romo Pascal kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Romo menilai, kesaksian Roslina di hadapan majelis hakim bukan hanya tidak jujur, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai kesaksian palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 242 KUHP.
Baca juga: Polisi Tetapkan Majikan dan Rekan Kerja sebagai Tersangka Penganiayaan ART di Batam
“Itu jelas-jelas kesaksian palsu. Hakim saja sudah menegaskan banyak hal dalam sidang, tapi Roslina tetap berbohong. Saya kira tiga jam dia bicara, hampir semua berisi kepalsuan,” tegasnya.
Menurut Romo Pascal, video yang diputar di ruang sidang menjadi bukti kuat yang mematahkan seluruh bantahan Roslina.
“Dia bilang tidak tahu dan tidak pernah melakukan kekerasan, tapi rekaman menunjukkan sebaliknya. Meski sudah diputar di ruang sidang, dia masih saja mengelak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Romo menegaskan kesaksian palsu di pengadilan merupakan tindak pidana serius yang tidak boleh dibiarkan.
“Ini bukan hal sepele. Kesaksian palsu bisa mengaburkan kebenaran dan menghambat keadilan bagi korban. Jaksa harus berani mengambil langkah hukum,” ujarnya.
Romo juga menyampaikan kondisi terbaru korban, Intan. Menurutnya, meski kondisi fisik Intan mulai membaik, ia masih mengalami trauma berat akibat kekerasan yang dialami.
“Secara fisik sudah cukup pulih, tapi secara mental masih berat. Psikolog mencatat trauma mendalam. Kami terus dampingi agar Intan siap menghadapi sidang lanjutan Kamis nanti,” kata Romo.
Dalam persidangan sebelumnya, Roslina sempat membantah terlibat dalam penganiayaan terhadap Intan.
Roslina mengaku hanya menegur korban lewat kamera CCTV saat melihat kesalahan dalam bekerja.
Namun, setelah dicecar pertanyaan dan dibacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Roslina akhirnya mengakui pernah menjambak Intan karena alasan korban mengantuk saat bekerja.
“Bulan empat pernah menjambak Intan? Ya, pernah. Karena waktu bekerja dia mengantuk,” ucapnya pelan.
Meski demikian, ia tetap menampik telah menggunakan kekerasan yang menyebabkan luka atau menggunakan benda tumpul.
Sidang berjalan cukup alot karena Roslina beberapa kali memberikan jawaban yang berputar-putar, hingga majelis hakim berulang kali menegurnya agar memberikan keterangan secara jelas dan konsisten.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

















