Disdukcapil Bakal Pindahkan Layanan Cetak KTP ke Kecamatan

Senin, 7 Juli 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Plt Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri. Foto:Zalfirega/matapedia

Plt Plt Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri. Foto:Zalfirega/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM –Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mempercepat layanan pencetakan KTP elektronik dengan menyebar mesin cetak ke setiap kecamatan.

Plt Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri menyebut langkah ini diambil untuk memotong antrean panjang dan memangkas waktu tunggu dari satu bulan menjadi hanya dua hingga tiga hari.

“Kami tidak ingin warga terus menunggu terlalu lama. Mesin cetak kami sebar agar pelayanan lebih dekat dan lebih cepat,” ujar Yufa baru-baru ini usai menghadiri acara di Kemenag Batam pada wartawan.

Menurut dia, selama ini, proses pencetakan hanya terpusat di kantor Disdukcapil, sehingga antrean terus menumpuk. Saat Yusfa mulai menjabat pada Mei 2025, tercatat ada lebih dari 10.000 KTP yang belum tercetak.

“Dulu daftar hari ini, bisa sebulan lagi baru jadi,” ungkapnya.

Perubahan sistem dimulai sejak 1 Mei 2025. Warga yang datang langsung ke kantor Disdukcapil bisa mendapatkan KTP di hari yang sama.

Sementara bagi yang mengurus melalui kecamatan, pencetakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, tergantung kecepatan pengiriman data.

Untuk mendukung kebijakan ini, Disdukcapil telah mengusulkan anggaran pengadaan mesin cetak lewat APBD Perubahan 2025. Mesin akan ditempatkan di kantor kecamatan, namun tetap dioperasikan oleh petugas dari Disdukcapil.

“Secara teknis kami tetap yang jalankan, hanya lokasi pencetakan yang kami dekatkan ke warga,” kata Yusfa.

Tak berhenti di situ, Disdukcapil juga merancang terobosan layanan mandiri dengan menghadirkan mesin cetak dokumen kependudukan mirip mesin ATM. Warga bisa mencetak Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan dokumen lainnya tanpa antre panjang di kantor.

“Target kami jelas: memangkas waktu, meningkatkan efisiensi, dan membuat masyarakat puas dengan pelayanan yang cepat,” pungkas Yusfa.

Penulis:Rega|Editor:Meizon

Berita Terkait

Imigrasi Batam Deportasi 24 WN Tiongkok Usai Operasi Wira Waspada di Opus Bay
Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot
KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam
Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh
DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing
AJI Indonesia Desak Hentikan Sensor dan Swasensor, Soroti Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Patroli Malam, Satlantas Polresta Barelang Tindak 35 Motor Knalpot Brong
BP Batam Kaji Penataan Lahan Puskopkar, Warga Tunggu Kepastian UWT dan HGB

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:29 WIB

Imigrasi Batam Deportasi 24 WN Tiongkok Usai Operasi Wira Waspada di Opus Bay

Senin, 4 Mei 2026 - 20:44 WIB

Polda Kepri Bongkar Judi Online di Batam, Operator Kelola 212 Ribu Akun Bot

Senin, 4 Mei 2026 - 17:57 WIB

KKJ Kepri Kecam Penghalangan Aksi Hari Kebebasan Pers di Depan Pemko Batam

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan Minta Publik Lihat Polemik Li Claudia Secara Utuh

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

DPRD Batam Hadiri May Day 2026, Buruh Serukan UU Ketenagakerjaan Baru dan Tolak Outsourcing

Berita Terbaru