DPRD Batam Puji Kinerja Pemko 2025, Sorot Kekurangan Guru dan Layanan Kesehatan

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Batam H. Arlon Veristo saat paripurna pada Rabu (6/5/2026). Foto:Istimewa

Anggota DPRD Kota Batam H. Arlon Veristo saat paripurna pada Rabu (6/5/2026). Foto:Istimewa

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – DPRD Kota Batam mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Batam sepanjang 2025, namun langsung menyoroti pekerjaan rumah di sektor pendidikan dan kesehatan yang dinilai belum tuntas.

Apresiasi sekaligus kritik itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Batam, Rabu (6/5/2026), yang dipimpin Ketua DPRD Muhammad Kamaluddin dan dihadiri 37 dari 50 anggota dewan. Forum ini membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Batam Tahun 2025.

Perwakilan panitia khusus, H. Arlon Veristo, menegaskan LKPJ bukan sekadar laporan formal, melainkan alat ukur untuk mengoreksi dan mendorong perbaikan kinerja pemerintah daerah.

“LKPJ menjadi cermin sekaligus pijakan untuk pembenahan berkelanjutan,” katanya dikutip dalam laman Sekwan Batam.

Dari sisi makro, DPRD mencatat tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 mencapai 6,78 persen—melampaui rata-rata Provinsi Kepulauan Riau sebesar 5,88 persen dan nasional 5,11 persen. Angka ini menunjukkan daya tahan ekonomi Batam tetap kuat, ditopang sektor manufaktur dan investasi di tengah tekanan global.

Indikator sosial ikut membaik. Angka kemiskinan turun menjadi 3,81 persen dari 4,85 persen pada 2024. Tingkat pengangguran berada di 7,57 persen, masih dipengaruhi derasnya arus urbanisasi. Sementara indeks gini di angka 0,375, masuk kategori sedang dengan tren membaik.

Baca juga;Pagar DPRD Batam Rp 2,3 Miliar: Akan Dibangun 228 Meter, Proyek Masih Tahap Awal

Sejumlah program prioritas juga mulai terasa di masyarakat. DPRD mencatat peningkatan layanan air bersih, penanganan banjir, hingga program pengobatan gratis.

Selain itu, kebijakan pinjaman modal tanpa bunga bagi UMKM, pembagian seragam sekolah gratis, bantuan lansia, dan pelatihan tenaga kerja dinilai sebagai langkah konkret meningkatkan kesejahteraan.

Namun, DPRD tidak menutup mata terhadap persoalan mendasar. Di sektor pendidikan, kekurangan guru masih menjadi masalah serius. Pada 2025, kekurangan mencapai 1.508 orang dan pada 2026 masih tersisa 802 tenaga pendidik untuk jenjang dasar dan menengah.

Kondisi ini dinilai menghambat kualitas layanan pendidikan, apalagi di tengah keterbatasan akibat moratorium pengadaan dan pengangkatan pegawai.

Di sektor kesehatan, program pengobatan gratis bagi pemegang KTP Batam belum berjalan optimal. DPRD menemukan kendala teknis di lapangan, mulai dari pemahaman petugas hingga koordinasi dengan rumah sakit swasta.

DPRD mendesak Pemko Batam memperkuat sosialisasi dan memastikan implementasi program berjalan efektif di tingkat pelayanan.

Sorotan juga mengarah pada program pinjaman modal UMKM. DPRD menilai syarat agunan dengan batas jarak maksimal 10 kilometer justru membatasi akses pelaku usaha, terutama di wilayah hinterland. Aturan ini diminta untuk segera dievaluasi agar program benar-benar inklusif.

Secara keseluruhan, DPRD menilai kinerja Pemko Batam berada di jalur positif. Namun, dewan menegaskan percepatan perbaikan dan inovasi harus terus dilakukan agar manfaat pembangunan dirasakan merata.

“Jangan berhenti di capaian. Perbaikan harus dipercepat agar hasilnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” tegas DPRD.

Baca juga:Pagar DPRD Batam Rp 2,3 Miliar: Akan Dibangun 228 Meter, Proyek Masih Tahap Awal

Editor:Miezon 

Berita Terkait

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air
Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota
Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia
Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang
Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Ini Rute Alternatifnya
PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Rp2,09 Triliun Berasal dari Pajak
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
Ribuan Warga Padati Belakang Padang Bershalawat, Amsakar: Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:53 WIB

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air

Selasa, 15 September 2026 - 18:01 WIB

Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:38 WIB

Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang

Rabu, 9 September 2026 - 10:14 WIB

Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Ini Rute Alternatifnya

Berita Terbaru