MATAPEDIA6.com, BATAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam secara resmi menyerahkan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk pembangunan tahun 2027.
Dokumen strategis ini disampaikan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua III DPRD Batam, Budi Mardianto, di Ruang Sidang Utama, Selasa (3/2/2026).
Rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Firmansyah, serta Wakil Ketua DPRD Yunus Muda ini menandai dimulainya proses integrasi aspirasi masyarakat ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Pokir DPRD adalah wujud tanggung jawab moral dan konstitusional kami untuk memastikan pembangunan di Batam benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegas Budi Mardianto saat memimpin Rapat Paripurna.
Dia menjelaskan, Pokir yang disusun Badan Anggaran DPRD ini merupakan hasil penyerapan aspirasi dari berbagai kanal, seperti reses, rapat dengar pendapat, dan pengawasan di lapangan.
Baca juga: Wakil Kepala BP Batam Tinjau Empat Waduk, Perbaikan Pipa dan Ketahanan Air Jadi Fokus
Dokumen ini, yang harus ditetapkan sebelum akhir Februari sesuai aturan, akan menjadi bahan penting penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Selaras dengan Visi Jangka Panjang
Budi menekankan, seluruh pokok pikiran disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Batam 2025-2029.
Visi “Batam sebagai Kota Madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan sebagai pusat investasi dan pariwisata” menjadi kompas utamanya.
“Sebagai kota strategis dengan daya saing regional, arah kebijakan kita harus solid. Pokir 2027 kami desain untuk mendukung misi pembangunan tersebut,” paparnya.
Lima Prioritas Utama Pembangunan 2027
DPRD Batam memfokuskan perhatian pada sektor-sektor kunci yang dianggap sebagai pengungkit kemajuan kota.
1. Sumber Daya Manusia Unggul: Peningkatan kualitas melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta pelatihan soft skill dan hard skill yang selaras dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Polda Kepri dan Polresta Barelang Bongkar Pembobolan Rumah Bandar Sri Mas, Lima Pelaku Diciduk
2. Ekonomi Inklusif & Berdaya Saing: Penguatan sektor industri, investasi, pariwisata, perdagangan, dan UMKM untuk membuka lapangan kerja yang luas dan berkelanjutan.
3. Infrastruktur Merata & Berkelanjutan: Pembangunan dan penataan wilayah yang menyeluruh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup.
4. Tata Kelola & Pelayanan Publik Prima: Peningkatan kualitas pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
5. Transformasi Digital: Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mewujudkan layanan yang cepat, transparan, dan berkeadilan.
“Pelayanan publik yang cepat dan transparan adalah prasyarat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan daya saing daerah,” kata Budi.
Harapan untuk Sinergi yang Efektif
Di akhir penyampaiannya, Budi Mardianto berharap Pokir DPRD dapat diintegrasikan secara optimal ke dalam RKPD 2027, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan regulasi yang berlaku.
“Sinergi dan kolaborasi antara DPRD dan Pemkot Batam adalah kunci utama. Hanya dengan kerja sama yang erat, perencanaan pembangunan yang efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat Batam dapat kita wujudkan bersama,” tutupnya.
Dengan diserahkannya dokumen ini, proses perencanaan pembangunan Batam untuk tahun 2027 memasuki tahap krusial, di mana aspirasi dewan yang mewakili masyarakat akan dijabarkan menjadi program dan anggaran yang konkret.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega


















