GPIPS Jadi Jurus Baru Jaga Inflasi dan Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera. Foto:Bank Indonesia Kepri

Gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera. Foto:Bank Indonesia Kepri

MATAPEDIA6.com, BATAM— Bank Indonesia (BI) meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai strategi baru menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program ini hadir menjawab tantangan inflasi pangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, cuaca ekstrem hingga karakter komoditas yang musiman.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menegaskan, pendekatan GPIPS tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga memperkuat pasokan pangan secara struktural dan berkelanjutan.

“Kolaborasi erat pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha hingga wakil rakyat menjadi kunci menjaga stabilitas harga, memberdayakan petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (11/2/2026).

BI terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan klaster pangan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta sinergi intensif bersama pemerintah daerah.

Baca juga:RSBP Batam Bangun Budaya Bersih Lewat Aksi Gotong Royong Pegawai

Data menunjukkan inflasi nasional sepanjang 2025 tercatat 2,92 persen (year-on-year), masih dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1 persen. Namun, pada Januari 2026 inflasi meningkat menjadi 3,55 persen (yoy), terutama dipicu kelompok pangan bergejolak.

Kondisi ini mendorong perlunya penguatan pengendalian inflasi agar tetap berada dalam rentang 3,0–5,0 persen sesuai arahan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat.

Dalam forum tersebut, BI menekankan tiga strategi utama. Pertama, meningkatkan produksi pangan khususnya hortikultura melalui pemanfaatan bibit tahan cuaca, teknologi adaptif, dan pengaturan pola tanam yang terkoordinasi antarwilayah.

Kedua, memperlancar distribusi dan konektivitas antardaerah dengan efisiensi logistik serta optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) bersama BUMN logistik. Ketiga, memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui pemanfaatan data neraca pangan serta penguatan peran BUMD sebagai offtaker.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyoroti pentingnya inovasi digital dalam menopang ketahanan pangan. Melalui platform SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), pemerintah provinsi membangun ekosistem pangan yang tangguh.

Sumatera Selatan juga meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI atas kontribusi dalam mendukung swasembada pangan nasional 2025.

GPIPS menjadi penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP) dengan tiga pembaruan utama, yakni penguatan sisi hulu untuk menjamin pasokan, pengendalian inflasi pangan yang lebih komprehensif, serta peningkatan sinergi pusat dan daerah dalam program prioritas pemerintah.

Kegiatan GPIPS Sumatera 2026 dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP–TPID wilayah Sumatera yang menghasilkan tiga kesepakatan strategis.

Fokus jangka pendek diarahkan pada stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), penguatan distribusi regional, serta manajemen risiko inflasi.

Selain itu, peserta juga mendorong adaptasi produksi berbasis iklim dan percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana melalui sinergi lintas satuan tugas.

Rangkaian kegiatan turut menghadirkan temuwicara petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana pertanian, business matching perbankan dengan pelaku usaha, hingga pemberangkatan truk komoditas antardaerah.

Ke depan, BI bersama pemerintah pusat dan daerah menargetkan sinergi lebih kuat dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem, peningkatan efisiensi logistik, serta penguatan pasokan pangan guna menjaga stabilitas harga, mengurangi disparitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga:Pertamina–SERUNI Aktifkan Sumur Bor dan Bagikan 1.577 Bright Gas untuk Warga Terdampak Bencana Pidie Jaya 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat
Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis
Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis
CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri
BP Batam Gandeng Panbil dan PLN Batam Percepat Pengembangan KEK Tanjung Sauh
OJK, BEI, dan KADIN Dorong Perusahaan Kepri IPO untuk Perkuat Ekspansi Bisnis 

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:35 WIB

OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:22 WIB

Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:43 WIB

Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:19 WIB

CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri

Berita Terbaru