MATAPEDIA6.com, BATAM – Video viral yang menampilkan sosok menyerupai pocong membawa parang di kawasan MKGR, Batu Aji, Batam, ternyata hanya rekayasa digital.
Polisi memastikan video tersebut merupakan hasil editan anak dibawa umur dan tidak berkaitan dengan aksi kriminal seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan pihaknya langsung menelusuri video yang sempat membuat warga resah. Hasil penyelidikan menunjukkan anak dibawa umur merekam video di kawasan gudang MKGR, lalu menambahkan sosok pocong dan parang menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Setelah dilakukan penyelidikan, video tersebut merupakan hasil rekayasa yang dibuat oleh anak dibawa umur di lingkungan perumahan,” kata AKP Bayu, Sabtu (6/6/2026).
Setelah proses penyuntingan selesai, video itu kemudian beredar luas melalui berbagai grup WhatsApp. Narasi yang menyertai video menyebut adanya sosok misterius berpakaian putih membawa parang dan diduga terkait tindak kriminal di kawasan tersebut. Informasi itu dengan cepat memicu kekhawatiran warga.
Baca juga:Batam Pertahankan WTP ke-14 Berturut-turut, Perkuat Rekam Jejak Tata Kelola Keuangan
AKP Bayu menegaskan tidak pernah ada sosok pocong membawa parang seperti yang disebutkan dalam narasi video. Ia meminta masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Warga Batam, khususnya Batu Aji, agar bijak bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Selalu ricek dan kroscek setiap informasi yang beredar,” ujarnya.
Lurah Kibing, Wiwid Indar Tono, juga membenarkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa. Sementara tokoh masyarakat MKGR, Yushelmi, mengapresiasi langkah cepat Polsek Batu Aji yang segera turun ke lapangan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kelurahan, UPTD Kota Batam, dan PPA yang turut memberikan pendampingan kepada anak dibawa umur pembuat video tersebut.
“Polsek Batu Aji sangat cepat tanggap menangani viral pocong di MKGR hingga terungkap bahwa video itu hanya rekayasa,” katanya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konten digital yang dibuat sebagai lelucon dapat memicu kepanikan publik ketika disebarkan tanpa konteks dan verifikasi yang jelas.
Baca juga:Inflasi Kepri Naik Jadi 3,92 Persen pada Mei 2026, Harga Cabai dan Sayuran Jadi Pemicu Utama
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon
















