MATAPEDIA6.com, BATAM — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng BKKBN dan BAZNAS Kepri untuk menguatkan ketahanan ekonomi keluarga melalui pelatihan dan pemberdayaan usaha.
Program bertajuk ‘Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga bagi Lansia dan Pelaku Usaha (UPPKA)’ ini digelar di Batam, Rabu (6/5/2026).
Kolaborasi lintas lembaga ini menyasar peningkatan literasi keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui bantuan modal usaha produktif.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, hadir bersama Sekretaris Perwakilan BKKBN Kepri Siti Jamilah dan Ketua BAZNAS Kepri Arusman Yusuf.
Sinar memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Indeks literasi keuangan Indonesia tercatat 66,46 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Meski meningkat dari tahun sebelumnya, ia menegaskan masih ada kesenjangan yang perlu diwaspadai.
“Selisih ini berpotensi membuat masyarakat menggunakan produk keuangan tanpa pemahaman memadai, sehingga rawan terjebak investasi bodong dan pinjaman online ilegal,” tegasnya.
Ia juga mendorong keluarga dan pelaku usaha mikro menerapkan pola pengelolaan keuangan 10-20-30-40.
Skema ini mengarahkan 10 persen untuk kebutuhan sosial atau zakat, 20 persen untuk tabungan dan dana darurat, maksimal 30 persen untuk cicilan produktif, dan 40 persen untuk kebutuhan konsumsi.
Baca juga:Siswa SMPIT Alam Mutiara Insani Kunjungi DPRD Batam, Pelajari Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Selain itu, Sinar mengingatkan pentingnya dana darurat dan perlindungan melalui jaminan sosial seperti BPJS. Ia menekankan masyarakat harus berutang secara bijak—hanya untuk kegiatan produktif dan melalui lembaga resmi yang diawasi OJK.
Sebagai langkah konkret, BAZNAS Kepri menyalurkan bantuan paket outlet usaha berupa gerobak dan perlengkapan memasak untuk mendukung pelatihan usaha fried chicken bagi kelompok UPPKA binaan BKKBN. Program ini langsung menyasar peningkatan pendapatan keluarga.
Siti Jamilah memastikan BKKBN akan melakukan pendampingan dan monitoring berkelanjutan agar usaha yang dirintis peserta tetap berjalan dan berkembang.
Sementara itu, OJK turut membekali peserta dengan buku literasi perencanaan keuangan keluarga sebagai panduan praktis mengelola arus kas usaha.
Menutup kegiatan, Sinar menegaskan sinergi tiga lembaga ini menjadi kunci membangun ekosistem ekonomi keluarga yang mandiri dan tangguh di Kepulauan Riau.
Ia menilai kombinasi edukasi keuangan, pendampingan keluarga, dan dukungan modal mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menekan praktik keuangan ilegal di tengah masyarakat.
Baca Juga:Simulasi Kebakaran Motor di SPBU Padang, Pertamina Uji Kecepatan Respons Darurat
Editor:Zalfirega

















