OJK dan Ditjen AHU Sepakat Perkuat Pertukaran Data untuk Pengawasan dan Pencegahan Tindak Pidana

Kamis, 24 Juli 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

Gambar OJK. Foto:Istimewa/matapedia6

MATAPEDIA6.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM sepakat memperkuat kerja sama pertukaran data dan informasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rabu (16/7).

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Agus E. Siregar, dan Sekretaris Ditjen AHU, Widodo. Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut nyata atas Nota Kesepahaman yang diteken Ketua Dewan Komisioner OJK dan Menteri Hukum dan HAM pada 24 Januari 2025 lalu.

Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyampaikan bahwa kerja sama ini penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, khususnya dalam penerapan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“OJK mewajibkan seluruh jaminan fidusia dalam perjanjian pembiayaan terdaftar secara resmi di kantor pendaftaran fidusia. Melalui integrasi data dengan Ditjen AHU, proses pengawasan terhadap kewajiban pendaftaran ini akan berjalan lebih akurat dan efisien,” ujar Ismail dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Selain itu, kerja sama ini juga mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 tentang prinsip mengenali pemilik manfaat dari korporasi. Hal ini bertujuan mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme.

Baca juga: OJK Tanamkan Nilai Integritas kepada Mahasiswa ULM Lewat Kampanye In Camp

OJK dan Ditjen AHU juga menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pelaksanaan Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi 2025–2026.

Keduanya akan memanfaatkan data pemilik manfaat guna memperkuat akurasi dan validitas data entitas hukum, terutama dalam proses perizinan dan pengawasan sektor jasa keuangan.

“Pertukaran data yang efektif menjadi kunci untuk menjaga integritas pelaku usaha. Sinergi ini juga membantu dalam verifikasi data pemilik manfaat secara lebih menyeluruh,” Imbuh Ismail.

Ia menambahkan untuk ke depan, OJK dan Ditjen AHU berkomitmen terus memperluas ruang kolaborasi demi memperkuat transparansi, memperlancar proses perizinan, serta menjaga integritas sistem keuangan nasional.

Baca juga:OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

OJK Satukan Industri Keuangan Syariah, Cetak Biru Baru Diluncurkan di Makassar
Dugaan Penyimpangan Dana BPR DCN Malang Capai Rp54,9 Miliar, OJK Serahkan Dua Direksi ke Jaksa
Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030
Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026
Satgas PASTI Tindak 330 Aktivitas Keuangan Ilegal, 11 Pergadaian Ditutup
TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM
OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun kepada Pelanggar Pasar Modal, DSSA-BREN-CUAN Didenda Rp2,1 Triliun

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:54 WIB

OJK Satukan Industri Keuangan Syariah, Cetak Biru Baru Diluncurkan di Makassar

Minggu, 1 November 2026 - 11:06 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BPR DCN Malang Capai Rp54,9 Miliar, OJK Serahkan Dua Direksi ke Jaksa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

OJK Dorong Industri Asuransi dan Dana Pensiun Perkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2030

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pendapatan AI Indosat Tembus US$50 Juta, Bidik Dua Kali Lipat hingga Akhir 2026

Berita Terbaru