Pemerintah Pusat Dorong Batam Jadi Lokomotif Investasi Lewat Penguatan Kawasan Strategis

Rabu, 30 April 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu ke BP Batam, Selasa (29/4/2025). Foto:dok/humas

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu ke BP Batam, Selasa (29/4/2025). Foto:dok/humas

MATAPEDIA6.com, BATAM — Pemerintah pusat menegaskan komitmennya mendorong Batam sebagai motor pertumbuhan investasi nasional. Langkah ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu ke BP Batam, Selasa (29/4/2025), yang disambut langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Dalam pertemuan tersebut, Todotua memaparkan strategi Kementerian Investasi untuk mengejar target realisasi investasi nasional sebesar Rp1.900 triliun di tahun 2025.

Salah satu strategi utamanya adalah penguatan kawasan, termasuk kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Free Trade Zone (FTZ).

“Untuk mencapai target tersebut, Batam punya posisi strategis. Karena itu, kami akan segera membentuk task force bersama BP Batam dan menempatkan kembali desk layanan Kementerian di PTSP BP Batam,” ujar Todotua.

Ia menambahkan, percepatan realisasi investasi tidak lepas dari tantangan global seperti perang tarif antara AS dan Tiongkok. Namun, situasi ini juga membuka peluang bagi Batam untuk menarik relokasi dan investasi baru.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung inisiatif tersebut.

“Hadirnya task force dan desk Kementerian adalah langkah progresif untuk mempercepat perizinan dan mengatasi hambatan investasi. Kami siap berkolaborasi demi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujarnya di lokasi yang sama.

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026
Padi Reborn Tampil di GMP 2026, BI Kepri Bidik Perputaran Ekonomi UMKM
Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam
Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional
STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center
BP Batam Tawarkan Proyek Sampah Jadi Energi ke Perusahaan Jepang
OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:42 WIB

Dari Expo ke Transaksi, BI Kepri Perluas Pasar UMKM Lewat Gebyar Melayu Pesisir 2026

Senin, 14 September 2026 - 19:50 WIB

Dari Sampah, Energi hingga Kain Tradisional: Menelusuri Jejak Program Pemberdayaan Pertamina di Batam

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Bukan Cuma Industri, Batam Kini Bidik Investasi Kesehatan Berstandar Internasional

Jumat, 11 September 2026 - 16:33 WIB

STANIA Gandeng Asahi Solder, Timah Indonesia Dibidik Naik Kelas ke Industri Elektronik

Selasa, 8 September 2026 - 05:31 WIB

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, BP Batam Bidik Manufaktur hingga Data Center

Berita Terbaru