Pertamina Sesuaikan Harga LPG Non-Subsidi di Batam, Tabung 5,5 Kg Naik Rp17 Ribu

Jumat, 24 April 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Patra Niaga aktifkan sumur bor dan bagikan Gas untuk warga terdampak bencana di Pidie Jaya. Foto:Istimewa

Pertamina Patra Niaga aktifkan sumur bor dan bagikan Gas untuk warga terdampak bencana di Pidie Jaya. Foto:Istimewa

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – PT Pertamina (Persero) melalui wilayah Kepulauan Riau resmi melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi untuk ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Kebijakan ini berdampak pada kenaikan harga masing-masing sebesar Rp17 ribu untuk tabung 5,5 kg dan Rp30 ribu untuk tabung 12 kg.

Penyesuaian harga tersebut disebut merupakan bagian dari kebijakan yang ditetapkan di tingkat pusat.

Sales Manager Area Pertamina Kepri, Bagus Handoko, melalui stafnya Hanif menjelaskan bahwa kenaikan ini berlaku sebagai harga acuan di tingkat agen.

“Untuk di Kepri, kenaikan harga LPG 5,5 kilogram berada di angka Rp17 ribu, sementara LPG 12 kilogram naik sekitar Rp30 ribu,” ujar Hanif.

Baca juga: Pertamina Sumbagut Perkuat Distribusi Energi, Ajak Masyarakat Lebih Bijak Gunakan BBM dan LPG

Ia menambahkan, harga tersebut belum termasuk biaya distribusi hingga ke tangan konsumen.

Artinya, harga jual di tingkat pengecer dapat berbeda-beda, tergantung pada sejumlah faktor seperti jarak pengantaran, ongkos kirim, hingga layanan tambahan yang diberikan penyalur.

“Jadi harga di setiap penjual bisa bervariasi. Itu tergantung ongkos kirim, jarak, hingga layanan tambahan seperti pemasangan,” jelasnya.

Saat ini, harga isi ulang LPG non-subsidi di Batam terpantau berada di kisaran Rp115 ribu untuk tabung 5,5 kilogram, sementara tabung 12 kilogram mencapai sekitar Rp243 ribu per tabung.

Meski harga mengalami kenaikan, Pertamina menyebut belum melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola konsumsi masyarakat, khususnya di Batam.

Hingga kini, pengguna LPG non-subsidi masih relatif stabil dan belum beralih secara masif ke LPG subsidi 3 kilogram.

Baca juga: Pertamina Sumbagut Gelontorkan 3,2 Juta Tabung LPG, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Lebaran 2026

Namun demikian, fenomena peralihan konsumsi sempat dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Kepri, seperti Karimun dan Tanjungpinang.

“Untuk di Batam sejauh ini masih normal. Distribusi dan penyaluran juga berjalan seperti biasa,” kata Hanif.

Pertamina menegaskan, distribusi LPG non-subsidi berjalan mengikuti mekanisme pasar tanpa adanya pembatasan kuota.

Agen memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan pasokan dengan tingkat permintaan di masing-masing wilayah.

Hal ini berbeda dengan LPG subsidi 3 kilogram yang penyalurannya diatur secara ketat oleh pemerintah dan memiliki kuota tertentu.

“Kalau non-subsidi itu mengikuti kebutuhan pasar. Selama permintaan ada, pasokan akan disesuaikan,” tutupnya.

Dengan penyesuaian ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, sekaligus memahami bahwa harga LPG non-subsidi dipengaruhi oleh dinamika pasar dan kebijakan energi nasional.

Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

Berita Terkait

BP Batam Gandeng Koarmada I Bahas AI untuk Perkuat Keamanan Pelabuhan Batam
Kuasa Hukum Dju Seng Soroti Keterangan Ahli dalam Sidang di PN Batam Dugaan Perusakan Mangrove 
Pipa Bocor, Suplai Air ke Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu
Harga Pertamax di Batam FTZ Melonjak Jadi Rp15.500 per Liter, Pertalite dan Biosolar Tetap
RSBP Batam Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Akses Layanan bagi Pekerja yang Alami Kecelakaan Kerja
DPRD Batam Apresiasi Investasi AI Data Center Rp5 Miliar Dolar, Aweng Kurniawan: Perkuat Daya Saing Kota
PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Sekolah, Berlaku hingga 15 Agustus
Menteri P2MI Resmikan Migrant Center di BTP, Mahasiswa Disiapkan Tembus Pasar Kerja Internasional

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:28 WIB

BP Batam Gandeng Koarmada I Bahas AI untuk Perkuat Keamanan Pelabuhan Batam

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:45 WIB

Kuasa Hukum Dju Seng Soroti Keterangan Ahli dalam Sidang di PN Batam Dugaan Perusakan Mangrove 

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:33 WIB

Pipa Bocor, Suplai Air ke Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:09 WIB

Harga Pertamax di Batam FTZ Melonjak Jadi Rp15.500 per Liter, Pertalite dan Biosolar Tetap

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:22 WIB

RSBP Batam Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Akses Layanan bagi Pekerja yang Alami Kecelakaan Kerja

Berita Terbaru