MATAPEDIA6.com, BATAM-Upaya perbaikan dan penataan kawasan Terowongan Pelita di Batam menghadapi kendala. Sejumlah fasilitas yang baru dipasang dilaporkan dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengaku prihatin setelah turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (13/6) malam. Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan penutup drainase yang sebelumnya dipasang untuk mendukung penataan kawasan justru dirusak dan besinya diduga diambil oleh pelaku.
Menurut Li Claudia, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah yang tengah melakukan pembangunan, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas umum tersebut.
“Kami bekerja siang dan malam untuk membangun, memperbaiki, dan menghadirkan fasilitas yang lebih baik bagi Kota Batam. Namun semua itu tentu membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar hasil pembangunan dapat terus dirasakan,” ujar Li Claudia, dikutip dari akun Instagram resminya @liclaudiachandra, Minggu (14/6/2026).
Baca juga:Polisi Tangkap Jambret yang Sasar Warga Hendak Hadiri Pesta di Sungai Beduk
Li Claudia mengatakan BP Batam saat ini tengah melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pelaku perusakan. Ia menegaskan pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun. Menurutnya, keterlibatan warga sangat penting untuk mencegah aksi vandalisme maupun pencurian aset publik terulang kembali.
“Mari kita jaga bersama fasilitas umum yang telah dibangun. Kota ini milik kita bersama, dan merawatnya adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum atau BP Batam apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun tindakan perusakan fasilitas umum di lingkungan sekitar.
Baca juga:Video: PLN Batam Tambah 3 SPKLU Ultra Fast Charging, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
















