MATAPEDIA6.com, BATAM- Di bawah langit malam Batam, ribuan cahaya dari layar telepon genggam dan lampu kawasan Masjid Agung Raja Hamidah menyatu dengan gema sholawat yang tak putus-putus dilantunkan.
Bukan sekadar sebuah tablig akbar, Minggu (2/8/2026) malam itu berubah menjadi ruang perjumpaan ribuan hati yang datang membawa doa, harapan, sekaligus kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Sejak petang, arus manusia terus mengalir menuju halaman masjid. Anak-anak, orang tua, hingga kalangan muda duduk berdampingan tanpa sekat.
Pelataran masjid dipenuhi jamaah, sementara sisi kanan dan kiri kawasan yang pada dua penyelenggaraan sebelumnya masih menyisakan ruang kini ikut sesak oleh lautan manusia.
Kepri Bersholawat 3 bertajuk Malam Cinta Rasul, Cinta Negeri seolah menjadi magnet yang mempertemukan masyarakat dari berbagai penjuru Kota Batam dalam satu irama sholawat.
Saat Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf bersama Habib Ali bin Habib Abdurrahman Assegaf mulai melantunkan sholawat, ribuan suara jamaah menyambut serempak.
Suasana yang semula riuh perlahan berubah khusyuk. Banyak jamaah mengangkat tangan, memejamkan mata, dan larut dalam doa.
Baca juga:Batam Bersholawat! Habib Syeikh Akan Hadir di Masjid Agung Raja Hamidah
“Mari kita lantunkan Sholawat Nariyah. Kita niatkan apa yang menjadi hajat kita, semoga dikabulkan Allah SWT,” seru Habib Syeikh yang langsung disambut ucapan “amin” dari ribuan jamaah.
Malam itu, sholawat tak hanya menjadi lantunan pujian, tetapi juga bahasa yang menyatukan ribuan orang tanpa memandang latar belakang.
“Saya bangga dengan kita semua. Berbeda suku, bangsa, etnis, dan budaya, tetapi kita satu dalam lantunan sholawat, karena kita semua adalah umat Nabi Muhammad SAW,” ujar Habib Syeikh.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada HM Endipat Wijaya dan Iman Sutiawan yang kembali mengundangnya hadir di Kepulauan Riau untuk memimpin sholawat bersama masyarakat.
Pesan persatuan juga mengalir dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Di hadapan ribuan jamaah, ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang harus terus dijaga.
Menurutnya, sholawat bukan hanya ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga ikhtiar memperkuat persaudaraan agar bangsa tetap utuh di tengah berbagai perbedaan.
Kepri Bersholawat 3 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPR RI HM Endipat Wijaya, Anggota DPD RI Ismeth Abdullah, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Menjelang acara berakhir, ribuan jamaah kembali berdiri. Kali ini bukan untuk bersholawat, melainkan menyanyikan Indonesia Raya, Hari Merdeka, dan Garuda Pancasila secara bersama-sama.
Di penghujung malam, lantunan cinta kepada Rasulullah berpadu dengan semangat mencintai Tanah Air, menutup Kepri Bersholawat 3 dengan pesan sederhana namun kuat: keberagaman akan selalu menemukan titik temunya ketika hati dipersatukan oleh iman.
Editor:Zalfirega










