Sharia Investment Week 2025: Saatnya Raih Hidup Berkah Lewat Investasi Syariah

Rabu, 23 Juli 2025 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa efek Indonesia. Foto:Istimewa

Bursa efek Indonesia. Foto:Istimewa

MATAPEDIA6.com, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menggelar Sharia Investment Week (SIW) 2025 untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam keterangannya BEI Rabu (23/7/2025). SIW 2025 berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni secara hybrid: luring di Main Hall BEI Jakarta dan daring lewat situs resmi [siw.idx.co.id](https://siw.idx.co.id). Skema hybrid ini memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah untuk berpartisipasi secara mudah dan fleksibel.

Mengusung tema ‘The Pursuit of Blessed and Wealthy Life’  SIW 2025 mengajak masyarakat meyakini bahwa hidup berkah dan sejahtera bisa diraih melalui investasi berbasis prinsip Islam.

Tema ini dikemas kreatif melalui subtema seperti “When Market Gives You Tangerines”, “The Star is Reborn” dan “The Hunger Gains” terinspirasi dari film dan serial populer untuk menarik minat generasi muda.

Direktur BEI dan Kepala Direktorat Pengembangan Pasar Modal Syariah OJK, Evy Junita, membuka secara resmi SIW 2025. Rangkaian kegiatan pun dimulai, menampilkan 52 tenant luring dan virtual expo yang dibagi dalam beberapa zona: AB-SOTS, SRO, OJK, perbankan syariah, manajer investasi, hingga lembaga filantropi Islam.

Selama tiga hari, panitia menyuguhkan tujuh sesi seminar dan talk show dengan 24 pembicara dari berbagai latar belakang: investor, perencana keuangan, praktisi pasar modal syariah, hingga figur publik seperti Nicholas Saputra, Raim Laode, dan Ustaz Koh Dennis Lim. Kehadiran mereka memperkuat daya tarik SIW 2025 di mata generasi muda.

Baca juga: Peran Strategis Bursa Efek Indonesia dalam Mendorong Investasi Nasional

Tak hanya edukatif, acara ini juga menyajikan hiburan bernuansa positif untuk membangun suasana yang menyenangkan. Edukasi dikemas ringan agar masyarakat memahami bahwa investasi syariah bukan sekadar menghindari riba, tetapi juga cara meraih keberkahan secara etis dan produktif.

Investasi syariah menjunjung prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan. Produk yang digunakan meliputi saham dalam Daftar Efek Syariah (DES), reksa dana syariah, sukuk, dan instrumen lainnya yang sesuai fatwa DSN-MUI.

Menurut OJK, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan. SIW 2025 hadir menjembatani kebutuhan ini, membuka akses langsung bagi pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga untuk belajar langsung dari para ahli.

Antusiasme peserta tercermin dari jumlah pendaftar yang menembus 3.330 orang—terdiri dari 984 investor syariah dan 2.346 calon investor. Total pengunjung mencapai 5.088 orang, dengan 1.894 hadir langsung di Main Hall BEI dan 3.194 mengikuti secara daring melalui website dan YouTube IDX.

Keberhasilan SIW 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara BEI, KPEI, KSEI, dan OJK dalam membangun pasar modal syariah yang kuat, kompetitif, dan dipercaya.

Acara ini juga mempererat kolaborasi antar stakeholder: AB-SOTS, bank syariah, manajer investasi, hingga lembaga filantropi Islam.

Melalui SIW 2025, penyelenggara ingin menegaskan bahwa prinsip hidup berkah dan sejahtera dapat diraih lewat investasi yang sesuai syariat. “The Pursuit of Blessed and Wealthy Life” bukan sekadar slogan, tetapi ajakan untuk membangun masa depan finansial yang sehat, etis, dan berdampak sosial. **

Baca juga:BEI Tanam Vertikultur di Batam, Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan

Berita Terkait

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama
Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM
Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026
Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar
Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:49 WIB

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar

Berita Terbaru

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata saat memberikan keterangan pers mengenai penangkapan MV King Sun yang membawa 1,3 ton narkoba, ditangkap diperairan Kepri, Minggu (9/8/2026). Matapedia6.com/Dok Koderal IV.

Hukum Kriminal

TNI AL Sergap MV King Sun di Tanjung Berakit, Bawa 1,3 Ton Ketamine

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:07 WIB

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. Foto:Humas BP Batam

News

Waduk Nongsa Menyusut, BP Batam Atur Ulang Pasokan Air

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:15 WIB

Salah satu program CSR Pertamina Sumbagut. Foto:Istimewa

Medan

Pertamina Sumbagut Raih 7 Penghargaan ISRA 2026

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:33 WIB