Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, OJK Optimistis Hadapi Prospek Ekonomi 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 24 Desember 2025. Foto:OJK Kepri

Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 24 Desember 2025. Foto:OJK Kepri

MATAPEDIA6.com, BATAM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 24 Desember 2025.

OJK mencermati perbaikan terbatas ekonomi global, meski pertumbuhan masih melandai dan berada di bawah level pra-pandemi.

Aktivitas manufaktur dunia bertahan di zona ekspansi, namun tekanan muncul dari melemahnya konsumsi global dan meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama.

Ekonomi Amerika Serikat tampil relatif solid. PDB kuartal III-2025 tumbuh 4,3 persen (saar), melampaui ekspektasi pasar, ditopang konsumsi rumah tangga dan lonjakan investasi berbasis kecerdasan buatan. Inflasi AS melandai, sementara pasar tenaga kerja mulai menunjukkan moderasi.

Baca juga:Telkom Bergerak Pulihkan Fasilitas Umum dan Pendidikan Pascabencana di Aceh

Sebaliknya, perlambatan ekonomi Tiongkok berlanjut. Konsumsi rumah tangga tertahan, PMI manufaktur kembali ke zona kontraksi, dan tekanan sektor properti belum mereda.

Merespons kondisi tersebut, bank sentral global mengambil arah kebijakan berbeda. The Federal Reserve dan Bank of England memangkas suku bunga masing-masing 25 basis poin. Di sisi lain, Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir akibat tekanan inflasi domestik.

Perbedaan kebijakan ini memengaruhi pasar keuangan global. Pasar saham menguat seiring pemangkasan suku bunga AS, meski kekhawatiran bubble saham teknologi meningkat.

Kenaikan suku bunga Jepang menekan pasar obligasi global, seiring berakhirnya praktik carry trade. Pelaku pasar juga terus mencermati risiko geopolitik, termasuk di Venezuela.

Di tengah dinamika global tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan. Inflasi inti meningkat terkendali, sektor manufaktur tetap ekspansif, dan kinerja eksternal terjaga dengan neraca perdagangan surplus.

Pasar Modal Menguat, Likuiditas Cetak Rekor

Pasar modal Indonesia menutup 2025 dengan kinerja impresif. IHSG bertengger di level 8.646,94 pada 31 Desember 2025, menguat 22,13 persen secara tahunan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebanyak 24 kali. Kapitalisasi pasar menembus Rp16.005 triliun.

Likuiditas transaksi melonjak signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian Desember 2025 mencetak rekor Rp27,19 triliun, didorong meningkatnya peran investor ritel domestik yang kini menyumbang 50 persen transaksi.

Investor asing kembali mencatatkan net buy Rp12,24 triliun pada Desember 2025, mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi nasional, meski secara tahunan masih mencatat net sell Rp17,34 triliun.

Pasar obligasi turut menguat. Yield SBN turun dan investor nonresiden membukukan inflow, menandakan persepsi risiko Indonesia tetap terkendali.

Perbankan Solid, Kredit Investasi Tertinggi dalam 10 Tahun

Sektor perbankan menunjukkan kinerja intermediasi yang menguat dengan risiko terjaga. Kredit tumbuh 7,74 persen yoy pada November 2025, dipimpin Kredit Investasi yang melonjak 17,98 persen—tertinggi dalam satu dekade—menegaskan peran perbankan dalam mendukung ekspansi sektor riil.

Likuiditas perbankan tetap memadai, rasio kredit bermasalah terjaga rendah, dan permodalan kuat dengan CAR di level 26,05 persen. OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid sepanjang 2026.

Asuransi dan Dana Pensiun Stabil, Solvabilitas Tinggi

Industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap stabil dengan tingkat solvabilitas yang kuat. Total aset asuransi mencapai Rp1.194 triliun, sementara dana pensiun tumbuh dua digit. OJK terus memperkuat pengawasan untuk melindungi pemegang polis dan peserta.

Pembiayaan Tumbuh, OJK Perketat Pengawasan

Di sektor lembaga pembiayaan dan fintech, pembiayaan tumbuh positif meski risiko kredit mulai meningkat di segmen pinjaman daring.

OJK memperketat pengawasan dan menjatuhkan sanksi administratif guna menjaga disiplin industri dan melindungi konsumen.

OJK menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendorong sektor jasa keuangan berperan optimal dalam menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan pada 2026.

Baca juga:OJK Perketat Aturan TI, Perkuat Keamanan Digital BPR dan BPR Syariah

Editor:Redaksi

Berita Terkait

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur
OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita
OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar
OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
OJK Dorong Tata Kelola dan Integritas untuk Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
HUT Ke-61 Telkom, Perkuat Transformasi Digital Lewat Gerakan UMKM dan Kompetisi AI
OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:30 WIB

OJK Genjot Digitalisasi Keuangan untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:50 WIB

OJK Siapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:14 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel, Aset Senilai Puluhan Miliar Disita

Senin, 13 Juli 2026 - 17:32 WIB

OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:56 WIB

OJK Sita Aset Rp114 Miliar dalam Penyidikan Eks Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia

Berita Terbaru

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata saat memberikan keterangan pers mengenai penangkapan MV King Sun yang membawa 1,3 ton narkoba, ditangkap diperairan Kepri, Minggu (9/8/2026). Matapedia6.com/Dok Koderal IV.

Hukum Kriminal

TNI AL Sergap MV King Sun di Tanjung Berakit, Bawa 1,3 Ton Ketamine

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:07 WIB

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. Foto:Humas BP Batam

News

Waduk Nongsa Menyusut, BP Batam Atur Ulang Pasokan Air

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:15 WIB

Salah satu program CSR Pertamina Sumbagut. Foto:Istimewa

Medan

Pertamina Sumbagut Raih 7 Penghargaan ISRA 2026

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:33 WIB