MATAPEDIA6.com, BATAM — Insiden kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang teknisi galangan kapal PT Bandar Abadi, Batam, mengalami luka bakar kini masuk penyelidikan polisi.
Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyebut, pihaknya memastikan akan memanggil manajemen galangan untuk mengklarifikasi rangkaian peristiwa saat pengecekan panel listrik.
“Kita akan panggil saksi untuk mendalami laka kerja tersebut,” ujar AKP Raden Bimo pada wartawan di ruangannya, Senin (15/12/2025).
Ia menyebutkan, kronologi kejadian terjadi di kawasan industri galangan kapal PT Bandar Abadi Shipyard 1, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Korban bernama Jon Febri Efendi Purba, teknisi listrik, mengalami luka bakar pada tangan kanan akibat percikan listrik saat memeriksa panel arus,” ujarnya.
Baca juga: Kolam Bekas Galian di Kibing Renggut Nyawa Bocah 8 Tahun
Insiden bermula ketika Jon mendapati aliran listrik tidak menyala di area kerjanya. Bersama rekannya, Kayun, ia melakukan pengecekan sirkuit untuk memastikan sumber gangguan. Setibanya di panel, keduanya menemukan salah satu breaker dalam posisi turun.
Jon kemudian menaikkan breaker tersebut. Namun sesaat setelah aktif, percikan api listrik muncul dan langsung mengenai tangan kanan korban hingga menyebabkan luka bakar.
Melihat kejadian itu, Kayun segera melapor kepada petugas keselamatan kerja perusahaan, Kevin Albandas Stela.
Kevin bersama sejumlah karyawan langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Graha Hermine untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga pukul 13.00 WIB, pihak berwenang menerima laporan kecelakaan kerja tersebut dan mulai melakukan penyelidikan.
Polisi berencana memanggil saksi-saksi serta pihak manajemen galangan untuk mendalami kronologi kejadian dan memastikan penerapan prosedur keselamatan kerja di lokasi.
Kondisi korban masih menjalani perawatan sehingga belum dapat dimintai keterangan. Pihak keluarga korban memilih menunggu perkembangan medis dan belum membuat laporan resmi.
Sementara itu, hujan deras membuat petugas keselamatan belum dapat memeriksa titik breaker listrik yang menjadi lokasi kejadian karena dinilai berisiko dan tidak aman.
Matapedia6 telah menghubungi salah satu staf manajemen PT Bandar Abadi untuk meminta konfirmasi, namun hingga kini belum menerima balasan.
Hingga berita ini diunggah, manajemen PT Bandar Abadi juga belum memberikan keterangan terkait kronologi kejadian. Matapedia6 masih terus mengupayakan konfirmasi lebih lanjut dari pihak perusahaan.
Baca juga: Komisi IV DPRD Batam Mediasi Masalah Upah Pekerja Galangan Kapa
Editor:Zalfirega


















