Telkomsat dan Starlink Tandatangani Kerja Sama Layanan Segmen Enterprise di Indonesia

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Telkomsat. Foto:Telkom

Telkomsat. Foto:Telkom

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Telkomsat dan Starlink melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) untuk layanan segmen enterprise berbagai wilayah di Indonesia pada Rabu (15/5).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf dengan VP Starlink Commercial Sales beberapa waktu lalu. Kerja sama ini memungkinkan Telkomsat untuk menggelar layanan bisnis (business services) berbasis Starlink yang kompetitif dan setara dengan penawaran paket bisnis yang ditawarkan melalui website Starlink.

Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf menyatakan momentum kerja sama ini semakin mengukuhkan posisi Telkomsat sebagai mitra strategis pertama dan utama Starlink di Indonesia. Menurutanya Telkomsat telah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak tahun 2021 dan telah menggelar layanan backhaul Starlink sejak tahun 2022 dengan memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan oleh pemerintah.

“Infrastruktur backhaul yang digelar oleh Telkomsat ini mampu memberikan layanan konektivitas satelit yang berkualitas dengan tetap menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional,” kata Lukman melalui keterangannya, Jumat (17/5/2025).

Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf. Foto:Telkom

Sementara itu, SVP Corporate dan Communication Telkom, Ahmad Reza menyebut pihaknya melihat kerja sama TelkomGroup dalam hal ini Telkomsat bersama Starlink, semakin menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya.

“Mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, khususnya untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).” sampainya.

Diketauhi,Telkomsat yang baru saja sukses meluncurkan dan mengoperasikan Satelit Merah Putih 2 pada awal tahun ini, juga terus menunjukkan keseriusannya untuk meningkatkan kapasitas dan menggelar konektivitas di wilayah yang belum mendapatkan layanan konektivitas terestrial dan seluler (unserved) dan wilayah yang telah mendapatkan konektivitas terrestrial dan seluler, namun belum cukup memadai (underserved).

Cek berita artikel lainnya di Google News 

Penulis:Zalfi|Editor:Redaksi

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penghinaan Etnis, Terdakwa Ajukan Restorative Justice di PN Batam
Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas
OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay
OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO
Pembiayaan Pindar ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun hingga Juni 2026
Bareskrim Tangkap Basri DPO Kasus Narkoba di Kelab Malam Batam yang Buronan ke Malaysia

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:24 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur Bank Indonesia, Fokus Jaga Stabilitas

Rabu, 2 September 2026 - 07:32 WIB

OJK Perkuat Organisasi, Siapkan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Patroli Imigrasi di Canggu Amankan Lima WNA karena Overstay

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:26 WIB

OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO

Berita Terbaru