MATAPEDIA6.com, BATAM – Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) Atlas di kawasan Ruko Dream Land, Marina, Sekupang, menuai keluhan dari warga sekitar.
Aktivitas malam hari yang ramai hingga dini hari, suara musik keras, serta kerumunan wanita berpakaian minim dinilai sangat mengganggu ketenangan warga perumahan Dream Land.
Setiap malam, suasana di sekitar THM tersebut selalu dipenuhi pengunjung. Tidak sedikit wanita berpakaian seksi terlihat menunggu tamu di luar lokasi.
Hal ini menimbulkan keresahan, khususnya bagi warga yang memiliki anak-anak dan mendambakan lingkungan hunian yang nyaman dan aman.
“Yang paling membuat kami tidak nyaman adalah banyaknya wanita berpakaian seksi di luar tempat hiburan itu, padahal letaknya sangat dekat dengan pemukiman,” ujar Rendi, salah satu warga Dream Land 1, pada Senin (12/5/2025).
Tak hanya itu, menurut Rendi, para pengunjung yang keluar dari klub sering membuat keributan hingga larut malam. Musik yang diputar pun terdengar keras dan mengganggu waktu istirahat warga.
“Kami ingin tinggal dengan tenang. Anak-anak kami tidak seharusnya melihat atau mendengar hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang mereka,” lanjutnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Wanda, warga Dream Land lainnya. Ia mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada RT setempat.
Namun, pengurus lingkungan mengaku tidak pernah memberikan izin kepada pihak THM untuk beroperasi.
“Kami sudah coba berbicara dengan pengelola, tapi mereka berdalih bahwa tempat itu berada di kawasan pertokoan dan bisnis,” jelas Wanda.
Ia menegaskan bahwa warga yang tinggal di Dream Land bukanlah penghuni kawasan ilegal.
“Kami membeli rumah di sini untuk hidup nyaman. Bukan untuk mendengar musik keras dan melihat pemandangan seperti itu setiap malam,” katanya.
Menanggapi keluhan warga, Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom menyatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas.
“Kami akan tingkatkan patroli di kawasan tersebut dan memanggil pihak pengelola untuk menanyakan langsung soal izin operasional tempat hiburan itu,” tegas Benhur.
Masyarakat kini menantikan respons nyata dari pemerintah dan aparat keamanan agar keresahan mereka segera diatasi, serta menjaga agar lingkungan permukiman tetap kondusif dan layak huni.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega